
“Banyak warga kita selama ini kerja keluar, sebab lahan mereka tidak bisa digarap. Itu terpaksa kita lakukan pak, untuk memenuhi kebutuhan hidup,” paparnya.
Terkait itu, warga minta. Agar Pemkab Aceh Tamiang, dapat menganggarkan untuk pembangunan saluran parit areal sawah tersebut sepanjang kurang lebih 1000 meter. “Jika diminta untuk membuat laporan teknis lapangan kami siap melakukannya, sebab ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Suratno.
Segera Tinjau dan Ambil Kebijakan
Wakil ketua Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang. Tri Astuti menegaskan, sudah sepatutnya Pemkab Aceh Tamiang mengambil langkah bijak untuk membangun kembali tali air sawah warga yang tidak berfungsi.

Terutama itu, Tri sangat berharap Pj Bupati Aceh Tamiang Meurah Budiman turun dan meninjau kelapangan, sebab secara kasat mata luasannya tidak 40 hektar, tetapi bisa mencapai 60 hektar.
Kata Tri, areal sawah itu. Satu-satunya sumber mata pencaharian warga Kampung Sukaramai Satu, untuk menopang hidup ekonomi keluarga. Dia berharap selayaknya memberikan perhatian secara khusus.




