“Kami menemukan lahan seluas 40 hektar lebih lahan Persawahan untuk bercocok tanam padi dan palawija sudah tidak bisa digunakan lagi, penyebabnya, karena aliran
air, dari alur yang ada total tertutup, bahkan saat musim hujan lahan persawahan tersebut tergenang banjir berbulan-bulan,” Jelas Sayed.
Akibat ter dampak banjir berbulan-bulan akhirnya warga meninggalkan lokasi di lahan tanaman padi yang tergenang air setinggi 1-1,5 meter. Mencari kehidupan baru upaya memenuhi ekonomi keluarga.
Dijelaskan; posisi lahan warga
Ada di seputaran jalan AMD antara Seruway menuju Sukaramai 1. Harapan Sayed; Perlu perhatian serius Dinas terkait, Wakil Rakyat, bersama-sama merencanakan dan menanggulangi mengusulkan Proyek normalisasi.
Dia juga bertanya, apakah ada para
Wakil Rakyat dari wilayah Dapil Seruway dan Datok serta Perangkat Desanya, Musrembang tahun 2023 mengusulkan jadi sebuah perencanaan matang.
“Terkhusus, apakah dalam Pokir anggota Dewan ada
masuk usulan untuk normalisasi?, mudah-mudahan kehadiran salah seorang Anggota DPRK Atam, Tri Astuti bisa menjadi jembatan penyelesaian yang turut meninjau ke lokasi lahan,” ujar Sayed.
Dikatakan, jika diukur lahan tersebut tidak 40 hektar, bisa mencapai 60 hektar, sebab lingkupnya masuk di beberapa lingkungan Kampung. Hal tersebut, menurutnya harus menjadi perhatian sangat serius dari Pemkab Aceh Tamiang dan elemen terkait. [Syawaluddin].




