Edi Saputra: Masyarakat Kota Sabang Tolak Bendera Aceh Bulan Bintang

Sabtu, 13 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang (ADC)- Penolakan terhadap Bendera Aceh Bulan Bintang (Bintang Beuleun) termasuk logo burung Burak Singa yang telah tercantumkan dalam Qanun Aceh Undang Undang Pemerintah Aceh (UUPA), kini terus meluas, dan kali ini masyarakat Sabang ikut menolak bendera Bulan Bintang. 

Pengibaran bendera negara dalam negara, bertentangan dengan ideologi, karena negara Indonesia memiliki bendera sendiri yang sah yakni Sang Saka Merah Putih. Bendera Merah Putih ini merupakan, bendera yang sah hasil dari perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan dari penjajahan.

BACA JUGA...  Forkab Aceh dan YKIJ Sepakati Kerjasama Program Indonesia Merekat

Hal itu disampaikan Edi Saputra, yang juga anggota Pembela Tanah Air (PETA) Kota Sabang kepada media mediaaceh.co.id, Sabtu tanggal 13 Juli 2019.

Edi juga mengatakan, tidak mungkin dalam negara ada dua bendera yang berkibar dan Indonesia sudah ada bendera yang sah hasil dari perjuangan para pahlawan mengusir penjajahan di negeri ini. Indonesia sudah ada bendera Merah Putih sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, dirinya juga tidak setuju harus ada bendera Bulan Bintang sebagai bendera Aceh dan lambang lainnya seperti logo Burak dan Singa, karena akan berpengaruh pada lunturnya kecintaan bangsa kepada Negara Kesatuan Republik Indinesia (NKRI).

BACA JUGA...  Lagi-lagi Sumardi Pimpin PWI Agara

Menurut Edi, seharusnya mereka juga membaca sejarah bahwa kemerdekaan NKRI yang direbut dengan pengorbanan jiwa raga dan harta dari seluruh pahlawan tanah air mulai dari Aceh sampai Papua.

“Jadi, jangan kita lupakan jasa pahlawan dengan membelah kesatuan bangsa,” tegas Edi.

Untuk itu kita berharap, eksekutif dan legeslatif di Aceh, tidak perlu tergesa gesa mengambil keputusan atas permintaan sekelompok orang untuk mengibarkan bendera Bulan Bintang, karena Aceh merupakan provinsi dalam negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA...  Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih

Ia juga menambahkan, tidak perlu lagi ada bendera lain selain bendera Merah Putih, jangan memancing perpecahan bangsa hanya dikarenakan keinginan kelompok tertentu yang tidak mengerti makna kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kurang apa lagi yang diberikan pemerintah pusat untuk Aceh, anggaran yang dikucurkan begitu besar, bahkan mengalahkan daerah daerah lainnya di negeri ini. 

“Jika tuntutan sekelompok pihak yang ingin mengibarkan Bendera Aceh itu dipaksakan, hanya akan membuat persatuan bangsa terpecah belah,” tutup Edi Saputra. (Jalal).

Berita Terkait

PPAB GMNI USK: Merah dalam Ideologi, Tegas dalam Perjuangan, Membangun Kader yang Berpihak pada Rakyat
SPS Aceh Berduka, CEO Kabar Aceh Dedi Rahman Berpulang
Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah
Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional
Petani Keluh Bantuan Bibit Padi dari Pemerintah, Muhammad Hasan: Cek Lapangan
SMSI Aceh Utara Dikukuhkan, Tgk. Jambe: Media Memiliki Peran Strategis 

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:17 WIB

PPAB GMNI USK: Merah dalam Ideologi, Tegas dalam Perjuangan, Membangun Kader yang Berpihak pada Rakyat

Selasa, 8 September 2026 - 07:38 WIB

SPS Aceh Berduka, CEO Kabar Aceh Dedi Rahman Berpulang

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah

Minggu, 6 September 2026 - 15:28 WIB

Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta

Minggu, 6 September 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Berita Terbaru

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

PEMERINTAHAN

Illiza Sa’aduddin Djamal Raih PRIWOLA 2026

Rabu, 9 Sep 2026 - 13:48 WIB

OLAHRAGA

Tak Boleh Ada Pemain Profesional di Liga Santri 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:08 WIB