DESA-DESA YANG TIDAK LAGI SAMA

Ketika Pemimpin Menjadi Relawan Pertama.

SALAH satu momen yang kemudian menjadi cerita warga terjadi di Dusun Paya Bedi. Saat alat berat tertahan karena jembatan kecil tak bisa dilalui, bupati turun dari mobil dan berjalan kaki bersama petugas menembus lumpur setinggi betis.

Seorang relawan lokal, masih mengingat kejadian itu dengan mata berbinar;

BACA JUGA...  TERCEPAT BANGKIT DARI BANJIR

“Kami semua terdiam. Kok bisa pemimpin paling atas jadi orang yang pertama membersihkan saluran air? Itu bukan pencitraan—karena tidak ada kamera di sana.”

Di lokasi itu, mereka membuka saluran air yang tersumbat lumpur dan kayu. Butuh waktu lebih dari 2 jam. Ketika air akhirnya mengalir, warga bersorak kecil [bukan karena saluran berhasil dibuka, tapi karena mereka merasa tidak sendirian].

BACA JUGA...  Medco E&P Malaka Distribusikan 1,13 Juta Liter Air Bersih Korban Bencana Banjir 

“Saya Tidak Butuh Sorotan. Saya Butuh Desa Ini Hidup Lagi.”

Menjelang siang, tim dokumentasi pemerintah daerah tiba di lokasi lain untuk mengambil gambar kegiatan rehabilitasi. Namun ketika seseorang mengarahkan kamera ke bupati, ia mengangkat tangan pelan.

“Kamera sana saja. Rekam warga. Rekam relawan. Rekam petugas. Saya bagian yang kecil saja.”

Di tengah kondisi yang penuh tekanan, kalimat itu drup seperti air di tanah kering.

BACA JUGA...  ‘Upeti’ Kredit Ubi Kayu M Syah Sampai ke OJK

Beberapa relawan menatap satu sama lain sambil tersenyum.