DESA-DESA YANG TIDAK LAGI SAMA

Inilah fase yang paling sering jatuh ke jebakan birokrasi. Namun Armia Pahmi mengeluarkan instruksi yang memotong potensi kelambatan:

“Data harus akurat, tapi jangan lambat. Kita harus cepat dan benar. Jangan pilih salah satu.”

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, hampir semua perangkat kecamatan bekerja hingga larut malam. Tidak ada yang pulang sebelum berkas-berkas verifikasi selesai.

BACA JUGA...  Anak-Anak yang Menyaksikan Kekerasan

Beberapa di antaranya berkata; “Kita malu pulang duluan kalau bupati saja masih keliling.

Ini bukan sekadar gaya kerja keras. Ini perubahan kultur — sesuatu yang tidak terlihat, tetapi terasa.

Sebuah Kabupaten yang Menolak Menyerah.

BAGIAN ini bukan tentang heroisme semata. Ini tentang ketahanan warga yang kembali ke rumah yang bau lumpur, tentang nenek-nenek yang menjemur kasur basah sambil bercanda, tentang ayah yang berkeliling mencari sisa kayu untuk memperbaiki dinding yang hilang, tentang anak-anak yang tetap tertawa meski baju sekolah mereka hanyut.

BACA JUGA...  DLHK Aceh Dituding Biarkan Hutan Rusak Parah

Dan di tengah itu semua, ada seorang bupati yang tidak tidur penuh selama lima hari, tetapi tidak pernah berhenti berjalan.

Aceh Tamiang mungkin tenggelam selama beberapa jam. Tapi semangat kolektifnya menolak surut. [Selesai].