DESA-DESA YANG TIDAK LAGI SAMA

Lansia yang Tidak Mau Tidur

Saya takut tidur, nanti air naik lagi,” kata seorang nenek yang tidak berhenti menggenggam tas merah berisi pakaian basah.

Para Ibu yang Tidak Tenang

Mereka menghitung anak mereka setiap lima menit. Mereka bangun ketika ponsel berbunyi, mengira itu peringatan dini.

BACA JUGA...  TRC Pos Damkar PB 05 Bakongan Patroli Karhutla

Para Ayah yang Diam Terlalu Lama

Banyak laki-laki dewasa duduk memandangi tanah kosong tempat rumah mereka dulu berdiri. Mereka tidak menangis. Mereka hanya diam. Tapi diam itu lebih berat daripada teriakan.

Relawan psikososial menyebut gejala ini sebagai; Trauma banjir tingkat berat

Yang biasanya muncul setelah bencana skala besar seperti tsunami.

BACA JUGA...  PJ Bupati Azmi Tinjau Jembatan Gantung yang Putus di Desa Ketangkuhan

5. Ketika Air Surut, Perselisihan Lama Muncul Kembali

Bencana besar sering membuka kembali retakan lama. Di Aceh Tamiang, isu-isu lama yang tak pernah selesai kini kembali mengapung;

Konflik lahan antara warga dan perusahaan perkebunan,

Pembabatan hutan yang disebut masyarakat “dibiarkan”,

Dugaan pembiaran drainase ilegal oleh sejumlah korporasi,

Kelalaian pemerintah masa lalu dalam mengawasi konversi lahan gambut, pola sungai yang berubah akibat intervensi manusia.

BACA JUGA...  DANA STIMULAN CAIR, WARGA MATANG ARA JAWA BERNAPAS LEGA

Seorang tokoh masyarakat berkata; “Air surut. Tapi masalahnya tidak surut. Malah semakin terlihat.”