DESA-DESA YANG TIDAK LAGI SAMA

Sabtu, 6 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

3. Para Pemimpin Turun ke Lumpur; Antara Panggung Politik dan Panggilan Nurani

Ketika air surut, barulah terlihat siapa pemimpin yang bekerja untuk kamera, siapa yang bekerja untuk rakyat, dan siapa yang bekerja tanpa peduli siapa yang melihat.

Bupati Armia Pahmi; Ia datang ke setiap pos pengungsian, terkadang tanpa ajudan, dengan sepatu yang bercampur lumpur sampai mata kaki.

Ia tidak memberikan pidato panjang; ia memilih bertanya langsung kepada perempuan yang memasak di dapur umum, kepada petani yang kehilangan sawah, kepada anak-anak yang kehilangan rumah.

BACA JUGA...  Vaksin di Aceh Tamiang Capai 53,3 Persen, Nakes 100 Persen

Di posko Karang Baru, seorang warga berkata; “Bupati datang dua kali. Pertama waktu air masih deras, kedua waktu air surut. Dia tidak hanya periksa, tapi angkat sendiri karung beras dari truk. Saya lihat.”

Seorang relawan menambahkan; “Ini pertama kali saya lihat bupati menggendong lansia dari boat. Bukan simbolis. Betul-betul menggendong.”

BACA JUGA...  TMK YANG DIPERSOALKAN; KETIKA RUMAH TERTIMBUN LUMPUR, NEGARA MASIH MENGHITUNG SENTIMETER

Dalam politik Aceh yang penuh konflik panjang dan tumpang tindih kepentingan, gesture semacam ini langsung mencuri perhatian publik. Tidak ada kamera. Tidak ada tim dokumentasi. Tapi cerita-cerita itu menyebar lebih cepat dari foto apa pun.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf [Mualem], Pasca banjir, Mualem datang kembali pada siang hari untuk memastikan distribusi bantuan berjalan. Dengan gaya khasnya yang keras namun hangat, ia memeluk beberapa warga dan mendengarkan keluhan mereka.

BACA JUGA...  WiKA Perkuat Keselamatan dan Libatkan Warga dalam Pemulihan Aceh Tamiang

“Aneuk Aceh kuat. Tapi kali nyan berat le. Lon hanjeut hana teuka,” katanya saat melihat Sekumur hilang.

Ia memerintahkan jajarannya untuk membuka pos air bersih di tiga titik, serta mempercepat perbaikan listrik. Warga merasa sedikit lega—bukan karena listrik akan kembali cepat, tetapi karena pemimpin teratas provinsi datang melihat sendiri kenyataan pahit yang mereka hadapi.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB