Anugerah di Serambi Pers; Saat Aceh Tamiang Menggaungkan Etika dan Kebersamaan Media

Anugerah di Serambi Pers; Saat Aceh Tamiang Menggaungkan Etika dan Kebersamaan Media. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Sejak 8 Juni 1946 di Yogyakarta, SPS menjadi benteng moral bagi media arus utama Indonesia; kini, ia telah bertransformasi menjadi wadah lintas platform dengan 569 anggota media yang tersebar di 30 provinsi.

Tahun ini, SPS memilih Aceh [Serambi Mekah] sebagai tuan rumah perayaan HUT ke-79 dan Rakernas SPS Nasional. Ada makna simbolik yang kuat di balik keputusan itu.

BACA JUGA...  Di Garis Depan Banjir Tamiang, ‘Ujian Kepemimpinan Armia Pahmi'

Di tanah yang dulu menjadi pijakan awal syiar Islam Nusantara, para pelaku media kembali meneguhkan sumpah etika, profesionalitas, dan kemerdekaan berpikir.

“Aceh bukan hanya simbol sejarah. Ia adalah ruang spiritual di mana kata dan kebenaran diuji. Kami ingin semangat pers yang jujur dan berkeadilan kembali tumbuh dari sini,” ujar Januar P. Ruswita, Ketua SPS Pusat, dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan panjang para peserta konferensi.

Dua Nama, Dua Penghargaan

BACA JUGA...  Ketika Pejuang Tua Kembali ke Barisan; Haru Dirgahayu ke-80 TNI

Di antara deretan penghargaan Lontar Awards dan Prerana Awards yang diberikan tahun ini, dua nama dari Aceh Tamiang mencuri perhatian.

LONTAR AWARDS 2025 diberikan kepada Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, tokoh yang dikenal sebagai pemimpin daerah yang membuka ruang komunikasi hangat antara pemerintah dan media.

Sementara PRERANA AWARDS 2025 diberikan kepada Fadlon, SH, Ketua DPRK Aceh Tamiang, atas kepeduliannya terhadap kebebasan pers dan aspirasi publik di daerah.