Anugerah di Serambi Pers; Saat Aceh Tamiang Menggaungkan Etika dan Kebersamaan Media

Anugerah di Serambi Pers; Saat Aceh Tamiang Menggaungkan Etika dan Kebersamaan Media. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Fadlon kemudian menutup sambutannya dengan pesan pendek tapi kuat, “Kita tidak bisa membangun daerah hanya dengan infrastruktur, tapi juga dengan kepercayaan. Dan pers adalah pondasi kepercayaan itu.”

Ruang Teduh di Tengah Badai Media

Dalam diskusi yang digelar sehari sebelumnya, SPS membedah fenomena yang sedang menghantam media nasional, penurunan iklan, dominasi platform digital asing, serta maraknya informasi palsu.

BACA JUGA...  Bulan Rajab Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

Namun di tengah situasi itu, muncul semangat baru dari daerah seperti Aceh Tamiang. Media lokal di kabupaten ini [baik yang tergabung dalam jaringan SPS Aceh maupun independen] justru mulai menemukan bentuk kemitraan sehat dengan pemerintah dan DPRK.

Kolaborasi itu bukan tanpa kritik.

Sebagian kalangan akademisi menilai “kemitraan” kadang menjadi dalih untuk mengendalikan pemberitaan. Tapi, sebagaimana yang disampaikan Ismail saat diwawancarai usai acara.

BACA JUGA...  MENJEMPUT LAPAR DI NEGERI YANG TENGGELAM

“Kemitraan bukan berarti tanpa kritik. Kami justru ingin kritik itu hadir dengan data dan tanggung jawab. Karena dari situlah kami belajar memperbaiki diri.”

Sementara itu, Fadlon menambahkan dalam sesi terpisah, “Wartawan bukan bawahan pemerintah. Mereka mitra masyarakat yang mengingatkan bila kami melenceng. Dan bagi saya, itu adalah kehormatan.”