Usman Lamreung: Aceh Termiskin Ada Dua Indikasi

Jumat, 11 Maret 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Usman Lamreung.

Usman Lamreung.

Banda Aceh, (MA) – Hampir seratus triliyun dana otsus diterima Aceh tapi hasilnya malah menjadikan Aceh daerah termiskin, itu mengindikasikan dua hal,kata Usman Lamreung pada media lewat rilisnya, Jum’at, (11/3/2022).

Usman menyebutkan, dua indikasi tersebut yaitu pertama tidak adanya political will di tingkat kepemimpinan politik untuk sungguh-sungguh membangun Aceh ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA...  Pejabat Gubernur Aceh Harus 'Multilinear'

Kedua, buruknya kinerja birokrasi pemerintah Aceh, korupsi, tidak efektif, dan tidak efisien dalam mengelola sumberdaya yang sesungguhnya surplus untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh.

Kedua indikasi ini, lanjutnya Usman, bisa bertemali dan saling mempengaruhi. Korupsi dan buruknya kinerja birokrasi Pemerintah Aceh bisa jadi karena memang oleh kepemimpinan politik yang berkuasa (Gubernur), ia tidak dikelola untuk menjadi pelayan rakyat, yang bekerja untuk mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat Aceh, tapi dimanfaatkan untuk menjadi pelayan bagi kepentingan penguasa dan oligarki.

BACA JUGA...  MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

Karena Kedua faktor inilah, kata Usman kepentingan ekonomi dan politik penguasa, oligarki dan birokrasi yang korupsi dan tidak capable, yang sesungguhnya menjadi faktor utama kegagalan dan kesia-siaan pembangunan Aceh.

Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain dalam proses transisi dan suksesi kepemimpinan politik di Aceh, Pj Gubernur Aceh wajib membenahi dan meluruskan arah kerja birokrasi Pemerintah Aceh yang selama ini jauh dari idealisme clean government and good governance, pungkasnya Usman Lamreung, [R].

BACA JUGA...  Pergub JKA Dicabut, Mualem: Mari Bersatu untuk Rakyat 

Laporan : Sulaiman Manaf

Berita Terkait

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN
REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP
Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik
Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa
Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah
Menata Aceh Barat; Jalan Reformasi di Tangan Pemimpin Muda
Hikayat Dr. Usman Lamreung, M.Si; Esensi Negeri Empat Penjuru Pintu Angin dan Krisis Arah Peradaban
Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:07 WIB

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:11 WIB

REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP

Jumat, 14 November 2025 - 21:27 WIB

Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik

Kamis, 13 November 2025 - 00:45 WIB

Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa

Jumat, 7 November 2025 - 17:54 WIB

Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah

Berita Terbaru

OPINI

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:56 WIB

Aksi masyarakat di PT Bumi Flora Aceh Timur.

PERISTIWA

Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:49 WIB

Keterangan foto: Sejumlah kardus berisi barang yang disebut sebagai alat kesehatan milik rekanan terlihat ditumpuk dan ditutup terpal di halaman RSUD Kota Sabang, Senin (28/9/2026).

NANGGROE

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:42 WIB