Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh

Minggu, 26 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | ChatGPT]

Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | ChatGPT]

 “Menolak tanpa dasar adalah bentuk kebingungan yang dibiarkan tumbuh. Padahal, yang dibutuhkan Aceh bukan pelarangan, melainkan kejelasan dan keadilan.”

[Dr. Usman Lamreung, MSI. Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR) dan Pemerhati Kebijakan Pemerintah].

PENOLAKAN terhadap konser musik kembali terjadi di Aceh. Fenomena ini bukan lagi hal baru; ia hadir nyaris setiap tahun, seolah menjadi ritus sosial yang berulang tanpa pernah selesai dipahami.

BACA JUGA...  Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah

Di tengah gegap gempita daerah lain yang mulai membuka ruang kreatif bagi generasi mudanya, Aceh justru berkutat dengan perdebatan lama yang tak kunjung usai, antara syariat dan ekspresi budaya.

Pertanyaan pun muncul, sederhana tapi mendasar, apa yang sebenarnya salah dengan tata kelola kebijakan dan kepastian hukum di Aceh?

Antara Idealisme dan Ketidakjelasan.

BACA JUGA...  Strategi Dan Nilai Tawar Pilkada Aceh 2024

Kita sering mendengar seruan lantang tentang penerapan syariat Islam secara kaffah di Aceh. Namun, ketika berbicara soal praktiknya, terutama dalam hal-hal yang bersentuhan dengan seni dan hiburan, tidak ada kejelasan yang bisa dipegang.

Setiap kali konser musik direncanakan, alasan penolakannya terdengar kabur. Di balik spanduk “tolak maksiat” dan orasi moral, tak pernah dijelaskan secara konkret bagian mana yang dimaksud maksiat.

BACA JUGA...  Pejabat Gubernur Aceh Harus 'Multilinear'

Berita Terkait

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN
REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP
Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik
Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa
Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah
Menata Aceh Barat; Jalan Reformasi di Tangan Pemimpin Muda
Hikayat Dr. Usman Lamreung, M.Si; Esensi Negeri Empat Penjuru Pintu Angin dan Krisis Arah Peradaban
Minyak di Bawah Tanah, Air Mata di Permukaan

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:07 WIB

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:11 WIB

REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP

Jumat, 14 November 2025 - 21:27 WIB

Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik

Kamis, 13 November 2025 - 00:45 WIB

Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa

Jumat, 7 November 2025 - 17:54 WIB

Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB