“Setiap curah hujan tinggi, wilayah ini selalu berpotensi banjir dan longsor. Ini bukan lagi ancaman, tetapi sudah menjadi siklus yang berulang.”
[Letda Inf. Yusuf, Danramil 05/Pining].
- Dalam sepekan dua kali bencana melanda, rumah tertimbun dan warga bertahan di tengah ketidakpastian hunian tetap.
Bencana belum juga beranjak dari Kabupaten Gayo Lues. Luka akibat banjir besar yang melanda pada akhir 2025 lalu belum sepenuhnya pulih, namun alam kembali menguji ketahanan warga.
Desa Pertik, Kecamatan Pining, kembali diterjang banjir dan tanah longsor. Di tengah kondisi geografis yang rawan dan cuaca ekstrem yang terus berulang, masyarakat kini hidup dalam kecemasan yang kian nyata [antara bertahan atau berpindah tanpa kepastian].
BANJIR dan tanah longsor kembali melanda permukiman warga di Desa Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Peristiwa ini menyebabkan sejumlah rumah tertimbun material tanah dan pasir, sementara sebagian lainnya terendam air akibat luapan sungai.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 05/Pining, Letda Inf. Yusuf, mengungkapkan bahwa bencana dipicu oleh meningkatnya debit air Sungai Pining dan Sungai Pertik setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.




