“Rumah saya sudah rata dengan tanah, dan sekarang kami tinggal di Huntara. Tapi di dalam rumah pun kami bingung kalau tidak ada alat untuk masak. Bantuan dari Yayasan Geutanyoe dan Save The Children ini sungguh luar biasa, kami merasa sangat terbantu karena kini dapur kami bisa berasap lagi,” tutur Abdullah haru.
BAGI korban bencana, hal yang paling membahagiakan adalah ketika mereka bisa kembali menyediakan makanan hangat bagi anak dan istri di bawah atap rumah sendiri.
Harapan sederhana itu kini mulai terwujud bagi ratusan warga Kabupaten Aceh Tamiang berkat kepedulian Yayasan Geutanyoe dan Save The Children.
Melalui kolaborasi kemanusiaan yang erat, kedua lembaga non-pemerintah ini menyalurkan bantuan alat dapur (Household Kit) yang menjadi kunci bagi warga untuk memulai kembali kemandirian pasca-trauma banjir bandang hidrometeorologi.
Air Mata Syukur di Balik Huntara
DI TENGAH deretan Hunian Sementara (Huntara), tampak Abdullah, salah seorang warga yang rumahnya hancur total diterjang amukan air beberapa waktu lalu.
Baginya, mendapatkan tempat berteduh barulah langkah pertama, namun bisa kembali memasak di dapur adalah pelengkap kebahagiaan keluarganya.
Dengan mata berkaca-kaca saat menerima paket kompor dan peralatan masak di Masjid Nurul Iman, Kampung Tanjung Seumantoh, Rabu, 15 April 2026 lalu, Abdullah mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga.
“Rumah saya sudah rata dengan tanah, dan sekarang kami tinggal di Huntara. Tapi di dalam rumah pun kami bingung kalau tidak ada alat untuk masak. Bantuan dari Yayasan Geutanyoe dan Save The Children ini sungguh luar biasa, kami merasa sangat terbantu karena kini dapur kami bisa berasap lagi,” tutur Abdullah haru.
Lebih dari Sekadar Bantuan Materi





