“Harapan saya kepada Pak Mendagri, agar bantuan stimulan bagi warga penyintas segera dicairkan. Sejatinya, pemerintah Aceh Tamiang tidak dianggap hanya memberikan janji atau lip service kepada warga.”
[Irjen Pol (P) Drs. Armia Fahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].
KUNJUNGAN Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, ke Kabupaten Aceh Tamiang kembali menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah terdampak bencana.
Namun, di balik agenda peninjauan dan penyaluran bantuan, terselip satu pesan yang disampaikan secara terbuka oleh pemerintah daerah; percepatan bantuan stimulan masih menjadi kebutuhan mendesak.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, tidak menutup-nutupi hal tersebut. Ia menyampaikan langsung kepada Mendagri, bahwa warga penyintas membutuhkan kepastian, bukan sekadar proses yang berjalan.
Kecamatan Sekerak menjadi titik penting dalam kunjungan kerja Mendagri kali ini. Di wilayah ini, pemerintah tengah membangun Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) sebagai bagian dari program relokasi warga terdampak bencana ekologis dan hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025.
Secara umum, pemerintah pusat mencatat progres pemulihan terus berjalan. Infrastruktur yang sempat lumpuh [mulai dari jalan, jembatan, hingga jaringan listrik dan komunikasi] perlahan diperbaiki. Keterlibatan TNI, Polri, dan ribuan Praja IPDN menjadi bagian dari upaya percepatan tersebut.





