Sementara itu, Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus mendorong percepatan pemulihan. Ia menyebut, sekitar 60 persen infrastruktur yang rusak telah memasuki tahap perbaikan.
Selain itu, bantuan logistik juga terus disalurkan, termasuk sembako dan peralatan dapur kepada ratusan kepala keluarga terdampak.
Namun demikian, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Aspek ekonomi rumah tangga menjadi faktor penting yang menentukan kecepatan masyarakat untuk kembali mandiri.
Bencana yang melanda Aceh Tamiang tercatat berdampak pada sekitar 210 kampung. Skala kerusakan yang luas membuat proses pemulihan membutuhkan waktu dan koordinasi lintas sektor.
Tidak hanya di Aceh Tamiang, dampak bencana juga dirasakan di wilayah lain seperti Kabupaten Gayo Lues yang sempat terisolasi akibat longsor.
Kondisi ini menuntut adanya sinkronisasi antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah. Pemerintah daerah berharap, selain fokus pada pembangunan infrastruktur, perhatian juga diberikan pada percepatan bantuan langsung kepada masyarakat.
KUNJUNGAN kerja Menteri Dalam Negeri menjadi momentum penting dalam memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.




