Di Balik Kunjungan Mendagri, Ada Desakan yang Belum Terjawab

Namun, di tingkat masyarakat, kebutuhan belum sepenuhnya terjawab.

Di Kampung Lubuk Sidup, sebagian warga masih tinggal di tenda darurat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan hunian sementara belum menjangkau seluruh penyintas.

Sementara itu, di Kampung Suka Makmur, bantuan sembako memang telah disalurkan, tetapi belum cukup untuk mendorong pemulihan ekonomi keluarga secara mandiri.

BACA JUGA...  Prajurit Penyintas, Jiwa Pengabdi

Pemerintah daerah melihat adanya celah antara progres fisik dan kebutuhan riil masyarakat. Dalam konteks ini, bantuan stimulan menjadi salah satu instrumen penting yang belum sepenuhnya terealisasi.

Bupati Armia Fahmi menilai, percepatan pencairan bantuan stimulan akan berdampak langsung pada kemampuan warga untuk bangkit.

Bantuan tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki rumah, memulai kembali usaha kecil, atau memenuhi kebutuhan dasar tanpa ketergantungan penuh pada bantuan logistik.

BACA JUGA...  Personel Brimob Disiagakan untuk Antisipasi Dampak Banjir

“Harapan saya kepada Pak Mendagri, agar bantuan stimulan bagi warga penyintas segera dicairkan. Sejatinya, pemerintah Aceh Tamiang tidak dianggap hanya memberikan janji atau lip service kepada warga,” ujar Armia.

Pernyataan ini mencerminkan tekanan yang dihadapi pemerintah daerah. Di satu sisi, mereka harus memastikan program pusat berjalan sesuai mekanisme. Di sisi lain, mereka berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan kepastian.