Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh

Minggu, 26 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | ChatGPT]

Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | ChatGPT]

Musik sejatinya adalah bentuk ekspresi budaya dan kreativitas manusia. Jika di dalamnya terdapat potensi pelanggaran moral, seharusnya dilakukan pembinaan, bukan pelarangan total.

Islam tidak mengajarkan kebencian dan kekerasan; dakwah sejati dilakukan dengan hikmah, bukan intimidasi.

Menolak konser tanpa dasar hukum yang jelas hanya memperlihatkan lemahnya literasi syariat dan minimnya keberanian otoritas dalam menegakkan kepastian hukum.

BACA JUGA...  Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik

Padahal, bila diatur dengan baik, konser musik justru bisa menjadi ruang edukatif, wadah dakwah yang menghibur dan memperkuat nilai-nilai moral tanpa harus menakut-nakuti.

Mencari Titik Keseimbangan.

Kini, yang dibutuhkan Aceh bukan pelarangan, tapi kejelasan. Pemerintah daerah bersama lembaga keislaman harus duduk bersama menyusun aturan yang tegas: apakah musik benar-benar dilarang, atau justru dibolehkan dengan batasan moral tertentu?

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Dinamika Politik Semakin Hangat di Banda Aceh

Kepastian hukum ini penting, bukan hanya untuk pelaku seni, tetapi juga bagi investor dan masyarakat luas yang menilai stabilitas sosial Aceh.

Tanpa kejelasan, Aceh akan terus terjebak dalam dilema identitas: di satu sisi ingin tampil religius, di sisi lain ingin membuka ruang bagi ekonomi dan budaya.

Padahal, keduanya tidak harus dipertentangkan. Syariat dan seni bisa berjalan beriringan, selama dijalankan dengan kejujuran, pengawasan, dan rasa tanggung jawab.

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Partai atau Egosentris Syahwat Politik Pemenuhan Kekuasaan?

Berita Terkait

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN
REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP
Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik
Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa
Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah
Menata Aceh Barat; Jalan Reformasi di Tangan Pemimpin Muda
Hikayat Dr. Usman Lamreung, M.Si; Esensi Negeri Empat Penjuru Pintu Angin dan Krisis Arah Peradaban
Minyak di Bawah Tanah, Air Mata di Permukaan

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:07 WIB

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:11 WIB

REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP

Jumat, 14 November 2025 - 21:27 WIB

Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik

Kamis, 13 November 2025 - 00:45 WIB

Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa

Jumat, 7 November 2025 - 17:54 WIB

Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB