Menata Aceh Barat; Jalan Reformasi di Tangan Pemimpin Muda

Dr. Usman Lamreung, MSI.

“Pembangunan bukan hanya membangun fisik, tapi membangun sistem dan mental aparatur. Tanpa integritas, pembangunan akan kehilangan ruhnya.”

[Dr. Usman Lamreung, M.Si Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR)].

  • Pandangan Dr. Usman Lamreung, M.Si – Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR).

DI BAWAH kepemimpinan Bupati Tarmizi, Kabupaten Aceh Barat tengah bergerak dalam denyut pembangunan yang jarang terjadi sebelumnya. Jalan-jalan baru dibuka, tata ruang kota Meulaboh dibenahi, dan proyek-proyek strategis mulai menampakkan hasil.

BACA JUGA...  Fadlon : Dewan Bekerja Untuk Kepentingan Rakyat Bukan Pribadi dan Kelompok

Namun bagi Dr. Usman Lamreung, M.Si, Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR), geliat pembangunan ini bukan sekadar soal infrastruktur fisik, melainkan ujian sesungguhnya bagi reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang berkeadaban.

“Membangun daerah bukan hanya urusan membangun jalan atau jembatan. Ia adalah proses menata sistem dan mental aparatur agar melayani rakyat dengan hati dan akal sehat,” ujar Dr. Usman kepada mediaaceh.co.id.

Tarmizi, kata Dr. Usman, menunjukkan semangat seorang pemimpin muda yang tidak ingin terjebak dalam rutinitas administratif.

BACA JUGA...  Dan Jabatan Itu Bukan Hal Sakral; Tapi Pengabdian serta Amanah Negara

Ia memilih turun ke lapangan, memantau pekerjaan, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Langkah itu, bagi Usman, menandakan adanya sense of leadership yang kuat; sebuah kesadaran bahwa kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang menuntut kehadiran nyata.