“Jabatan dalam TNI bukan mahkota untuk diagungkan, tapi amanah yang harus dijaga dengan ketulusan. Karena kehormatan seorang prajurit tidak diukur dari tinggi jabatannya, melainkan dari seberapa dalam ia mengabdi untuk rakyat dan negeri.”
Kolonel Inf Ali Imran, Danrem 011/Lilawangsa
DI SEBUAH AULA sederhana di jantung Kabupaten Aceh Tamiang, suasana Rabu pagi itu terasa khidmat. Barisan prajurit berdiri tegak, sementara di depan mereka, dua perwira berseragam lengkap berjabat tangan dengan penuh hormat.
Letkol Inf Andi Ariyanto, S.I.P., M.I.P., menyerahkan tongkat komando kepada penggantinya, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M.
Bukan sekadar seremoni, tapi simbol dari makna yang jauh lebih dalam [bahwa jabatan dalam tubuh TNI bukan mahkota untuk diagungkan, melainkan amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab].
Komando Distrik Militer (Kodim) 0117/Aceh Tamiang memang masih muda. Baru berdiri sejak 10 Maret 2018, kini usianya baru tujuh tahun di bawah kendali Korem 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda.
Namun dalam usia yang singkat itu, Kodim ini telah menunjukkan eksistensinya; sebagai garda terdepan di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, sekaligus penjaga harmoni sosial dan lingkungan di tanah Muda Sedia.




