Amanah yang Berjalan, Bukan Bertakhta
Maka di penghujung acara, ketika dua komandan berdiri sejajar dan memberi hormat, semua yang hadir seolah diingatkan kembali: bahwa jabatan bukanlah singgasana, melainkan perjalanan.
Bukan tentang siapa yang lebih tinggi, tapi siapa yang mampu menjaga amanah lebih lama, lebih tulus, dan lebih bermakna.
Karena di tubuh TNI, setiap jabatan bukanlah kemuliaan yang disembah, melainkan tugas yang harus ditunaikan dengan rendah hati.
Dan di Aceh Tamiang [tanah perbatasan yang menyatukan dua budaya dan dua provinsi] semangat itu hidup dalam diam: pengabdian yang tak berteriak, tapi mengakar. [].




