23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kekayaan itu berlanjut pada 2016 melalui Tari Guel dari Bener Meriah dan Tari Likok Pulo dari Aceh Besar.

Pada 2017, tiga kesenian kembali ditetapkan, yakni Landok Sampot dari Aceh Selatan, Rapa’i Pase dan Grimpheng dari Aceh Utara.

Kemudian Laweut dari Pidie ditetapkan pada 2018, disusul Sining dari Gayo Lues pada 2019 dan Tari Rapa’i Bubee dari Pidie Jaya pada 2020.

BACA JUGA...  Menyusuri Birunya Sabang dari Atas Papan, Paddle Board Jadi Cara Baru Menikmati Pulau Weh

Setelah jeda, penetapan kembali berlanjut pada 2022 melalui Sidalupa dari Aceh Barat, Dikee Pam Panga dari Aceh Jaya dan Ambe-Ambeken dari Aceh Singkil.

Pada 2023, tiga kesenian kembali masuk daftar, yakni Gegedem dari Aceh Tengah, Geudeu-Geudeu dari Pidie dan Tari Langsir Haloban dari Aceh Singkil.

Terbaru pada 2025, tiga kesenian Aceh ditetapkan sebagai WBTb Indonesia, yaitu Tari Ranup Lampuan dari Kota Banda Aceh, Rapa’i Bandar Khalifah dari Aceh Timur dan Tari Pho dari Aceh Barat.

BACA JUGA...  Air Terjun Terujak, Surga Tersembunyi di Pedalaman Aceh Tamiang yang Siap Mendunia

Deretan tersebut memperlihatkan satu hal: kekayaan seni Aceh tidak lahir dari satu pusat kebudayaan.

Ia tumbuh dari banyak ruang dan komunitas.

Bukan Sekadar Pertunjukan

Sebuah kesenian tradisional tidak hanya dapat dilihat dari gerak dan bunyinya.

Di dalamnya tersimpan pengetahuan tradisional, nilai sosial, sejarah masyarakat, ekspresi keagamaan, tradisi lisan hingga identitas komunitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

BACA JUGA...  Wagub Aceh Ikuti Rakornas TPAKD 2025

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB