Ajakan dan saran itu diamini dan Muhammad Nur, menjadi politik praktis pada bulan Juli 2018, disini dia banyak belajar apa dan bagimana politik itu.
Beranjak dari itu; Muhammad Nur mengajukan pensiun dini, sebab alasannya sudah cukup kuat untuk berhenti dari kepolisian dengan cara yang bijak dan santun.
Bendera partai Demokrat merupakan tempat tepat buat Muhammad Nur memulai perjalanan pokitiknya menjadi seorang yang mumpuni dan diperhitungkan dalam tubuh partai.
Pengajuan pensiun dininya diterima pada bulan dan tahun yang sama, yakni dimedio Juli 2018 dia tidak lagi seorang polisi, tetapi murni Politisi dan Wirausaha.
Aura berpolitik santun terpancar digurat wajahnya yang bersih, sesuai sikapnyanya yang low profile, ramah, wibawa dan juga sangat supel.
Katanya, jangan tanya apa yang sudah diberikan dari orang pada diri kita, tapi tanyalah, apa yang sudah kita beri buat mereka mereka yang butuh pertolongan kita.
Awalnya dia menjadi bagian dari kader partai Demokrat, atas masukan dan ajakan Nora Idahnita (ketua partai Demokrat Aceh Tamiang) untuk mulai debut politiknya.
Nora mengundang Muhammad Nur untuk ngopi bareng, sekaligus memperkenalkan dirinya pada Nova Iriansah ketua DPW Partai Demokrat Provinsi Aceh, yang notabenenya juga Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, saat berkunjung ke Aceh Tamiang di O’Tamiang Coffee.














