Jabatan Itu ‘Attitude’

Karir Dikepolisian
Debut karirnya sebagai seorang Polisi Negara berawal pada tahun 1993, kala itu Muhammad Nur ikut tes Polisi dan lulus, lalu dia dikirim ke Sekolah Polisi Negara (SPN), di Lembah Seulawah, Aceh Besar.

Hari harinya penuh dengan gemblengan fisik dan mental di SPN sebab dia berpikir, seorang polisi yang profesional adalah yang pintar, bijaksana, disiplin dan mampu berkomunikasi dengan baik terhadap lingkungannya secara umum.

BACA JUGA...  Dewan Guru dan Santri Dayah Darul Ulum Siap Menangkan Mualem-Dek Fadh dan Ayah Wa-Panyang

“Masih segar dalam ingatan saya, pertama sekali saya ditugaskan, setelah lulus di SPN. Tahun 1994 saya ditempatkan di Polres Kota Langsa di Sat Sabhara, lalu sebagai Bimmas atau Babinkamtibmas. Saya banyak belajar ditugas pertama saya itu.” Jelasnya.

Dua tahun Muhammad Nur menjalankan tugas di Polres Kota Langsa, banyak suka duka yang dia lalui dalam bertugas sebagai Intelkam, “Itu semua adalah proses pendewasaan berpikir dalam melangkah.”

BACA JUGA...  Forkab : Cuap Referendum Mualem Tidak Lebih Sebatas Branding Politik Partai Aceh

Pada tahun 1996 Muhammad Nur dipromosikan ke Polsek Kota Kualasimpang, kecamatan Kota Kualasimpang (kabupaten Aceh Timur) kala itu.

Tugas barunya penuh dengan tantangan, sebab dia didapuk sebagai anggota Reskrim dan Babinsa. Jabatan dua sisi yang bertolak belakang. Namun Muhammad Nur berpikir ini adalah konsekuensi tugas.