ACEH TAMIANG, (MA) | Dua jam bersama Muhammad Nur, lelaki kelahiran 2 Agustus 1973, tepatnya di Pidie Jaya (Pijay) adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, dari partai Demokrat.
Banyak hal dan sisi menarik bisa dipetik yang digelontorkan dari pria ganteng dengan tinggi 175 centimeter itu, sebagai barometer untuk berbuat bagi kepentingan orang banyak.
Sebenarnya, apa?, siapa? Dan mengapa harus Muhammad Nur. Pensiunan dini dikepolisian itu berbinis Swalayan, kini duduk dianjangsana kursi dewan sebagai wakil rakyat, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Satu.
Debut Muhammad Nur ke kursi Parlemen bak meteor, melejit mulus. Dari politik Bisnis nangkring ke politik praktis, adalah seorang yang gigih dan ulet.
“Jatuh bangun adalah hal yang lumrah dalam praktik bisnis, tapi jangan pernah mengalah untuk satu iktikad baik yang tertunda,” tegasnya kepada penulis.
Katanya, ‘Jabatan itu Attitude’ apapun yang dipercayakan kepada seseorang, lembaga dan negara adalah amanah yang harus dijalankan sesuai aturan dan kaidah.
Muhammad Nur adalah sosok yang ramah, supel dan sangat piawai memanajerial sosial kemasyarakatan. Dia mampu berakselirasi dengan sangat baik, sehingga masyarakat yang mengenalnya sebagai good father dalam memotivasi.





