“Saya awam didunia politik, yang terlintas dalam benak saya, saya harus tunduk dan loyal pada pimpinan partai, serta menjalankan visi dan misi sesuai dengan kaidah Partai Demokrat. Bagi saya, di kepolisian, wirausaha dan politik adalah ‘Pengabdian’ untuk siapapun,” katanya.
Muhammad Nur banyak mendapat bimbingan sebagai kader baru dipartai Demokrat, kata Pengabdian adalah kunci untuk melakukan misinya.
Sebab Pengabdian itu datang dari lubuk hati, bukan atas dasar kemauan atau pemikiran animo bersifat kepentingan. Justru akan merugikan diri sendiri, sebab tidak mampu meraih simpati orang banyak.
Atas dasar Pengadian tadi, Muhammad Nur maju mencalonkan diri sebagai calon anggota dewan Legislatif periode 2018 – 2023 Daerah Pemilihan Satu. Dan menang.
Sebagai pendatang baru dikancah politik, tentunya Muhammad Nur sangat awam namun atas ilmu pendekatan yang dimiliki selama berdinas dikepolisian menjadi lebih mudah melakukan akselirasi dengan masyarakat didaerah pemilihannya.
Hasil akhir Muhammad Nur menang dengan prolehan suara sangat preatise sebagai pendatang baru dikancah politik tapi mampu mendulang suara serta simpati masyarakat.
Karir politiknya berjalan mulus, melejit bak meteor, kursi anjangsana Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang dipetiknya dengan sangat manis.





