Dari Laut ke Rak Modern: Perjuangan Garam Santri Raih Legalitas

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA | MA — Di bawah atap sederhana di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, kepulan uap tampak menari di atas kuali-kuali besar. Di tempat inilah, kristal-kristal putih lahir dari ketelatenan tangan para santri. Lebih dari sekadar dapur produksi, lokasi ini menjadi simbol tumbuhnya kemandirian ekonomi berbasis pesantren di pesisir Pidie Jaya.

BACA JUGA...  Coffee Elegan "de Sagoe Kuphie" Sabang Resmi Dibuka

Usaha bertajuk Garam Santri kini menjelma sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal dari sekitar 200 dapur garam rakyat yang tersebar di kabupaten tersebut. Di tengah target ambisius produksi daerah yang mencapai 100 ton per bulan, kelompok santri di Lancang Paru mampu menyumbang sekitar 7 ton garam setiap bulannya.

Aktivitas di dapur garam tampak lebih semarak pada Selasa, 22 April 2026. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Fajri, turun langsung ke lokasi bersama pejabat fungsional dari DPMPTSP Nakertrans. Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung proses produksi garam tradisional yang hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.

BACA JUGA...  Pj Bupati Mahyuzar Tinjau Peternakan Ayam Broiler di Nisam Antara 

Di tengah tumpukan hasil panen garam, Muhajir selaku pengelola berdiri dengan penuh semangat. Namun di balik optimisme tersebut, ia mengakui masih ada tantangan besar yang dihadapi.

Berita Terkait

Menjaga Amanah Selama 53 Tahun, Bank Aceh Siap Melangkah Lebih Kuat
Kolaborasi Human Initiative dan KBQ Baburrayyan Bangkitkan Petani Kopi Pascabanjir dan Longsor
Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan
FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman
Pascabanjir, Geuchik Pon Sulap 40 Hektare Tambak Menjadi Sawah demi Tingkatkan Ekonomi Warga
Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan Masuki Tahap Finishing, Segera Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga
Pasar Tani “Aceh Road Show” Tawarkan Harga Komoditas Murah
Yahnda: Petani dan Nelayan Aceh Harus Berani Berinovasi Demi Kedaulatan Pangan di PENAS XVII Gorontalo

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Menjaga Amanah Selama 53 Tahun, Bank Aceh Siap Melangkah Lebih Kuat

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kolaborasi Human Initiative dan KBQ Baburrayyan Bangkitkan Petani Kopi Pascabanjir dan Longsor

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:36 WIB

FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:32 WIB

Pascabanjir, Geuchik Pon Sulap 40 Hektare Tambak Menjadi Sawah demi Tingkatkan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan Permanen

Rabu, 12 Agu 2026 - 22:20 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM

PEMERINTAHAN

Tarmizi Hadiri Penetapan Rancangan KUA

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:06 WIB

Penulis buku Hukum Erlizar.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Erlizar Rusli Kupas Hukum

Rabu, 12 Agu 2026 - 07:55 WIB