Jabatan Itu ‘Attitude’

Sebagai anggota Reskrim dan Babinsa; dijalankannya dengan penuh tanggungjawab dan ikhlas. Banyak pendekatan persuasif dilakukan kepada masyarakat dalam mengimplementasikan pola positif dan menjauhi pola pola negatif.

Muhammad Nur mendapat simpati dari masyatakat, dia mampu memainkan perannya sebagai pengayom, mencuri hati dan empati warga kepadanya.

“Ditugas saya ini, banyak belajar tentang karakteristik orang orang disekelililing saya. Senang bisa membina mereka kearah yang lebih baik,” katanya.

BACA JUGA...  Relawan Harus Budayakan 3S

Dalam perannya, Muhammad Nur lebih banyak melakukan pembinaan dari pada penindakan. Hal inilah dia disenangi dan sangat disegani warga tempat dia bertugas.

Sebagai Binmas, dialog dengan para tokoh selalu dia lakukan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pemangku jabatan diwilayah dimana dia sebagai abdi dalem untuk masyarakat.

Empat tahun Muhammad Nur wara wiri diwilayah Polsek Kota Kualasimpang, sebagai Reskrim dan Binmas yang dia lakoni.

BACA JUGA...  Dokter Taqwallah Dilantik Jadi Pengawas Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh

Lalu pada awal tahun 2000 dia dipromosikan lagi ke Aceh Timur tepatnya di Polsek Julok. Dimana kondisi Aceh saat itu masih sangat mencekam.

Sebab pusat menetapkan Aceh berstatus Darurat Militer (DM), akibat perseteruan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah RI kala itu.