Dinilai Gagal Kelola RSUD-YA, Direktur Diminta Mundur

Tokoh masyarakat yang juga ketua LSM For-PAS T. Sukandi alias Mak Ajo.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN  | MA — Gelombang kritik terhadap kepemimpinan Direktur RSUD-YA Tapaktuan, dr. Erizaldi SpOG, kian menguat. Sejumlah kalangan di Aceh Selatan menilai yang bersangkutan tidak mampu menjalankan manajemen dan operasional rumah sakit rujukan utama di wilayah Barat-Selatan tersebut.

Desakan agar direktur mundur dari jabatannya pun mencuat. Ketua LSM For-PAS Aceh Selatan, T. Sukandi, menegaskan bahwa langkah mundur merupakan bentuk tanggung jawab moral atas berbagai persoalan yang terjadi.

BACA JUGA...  Pemkab Bireuen Salurkan 50 Ton Benih Padi untuk 83 Kelompok Tani

“Sejak menjabat sebagai Plt untuk kedua kalinya, justru muncul sejumlah persoalan serius, termasuk sempat turunnya status rumah sakit dari kelas B. Ini menunjukkan lemahnya manajemen,” ujar Sukandi, Jumat (24/4/2026).

Ia mengingatkan, penurunan kelas rumah sakit tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, meskipun kemudian statusnya kembali naik ke kelas B.

BACA JUGA...  Dr Andalas Gagal Tes Administrasi Calon Kepala SKPA

Namun, persoalan baru kembali mencuat. RSUD-YA disebut tidak dapat melakukan klaim pembayaran ke BPJS selama 45 hari akibat persoalan perizinan operasional. Nilai klaim yang tertunda disebut mencapai Rp15 miliar, sementara pihak direktur mengakui sekitar Rp8 miliar.

“Yang terpenting bukan besarannya, tetapi pengakuan adanya kerugian akibat tidak bisa mengklaim dana BPJS karena beroperasi tanpa izin selama 45 hari. Ini persoalan serius,” tegas Sukandi.