Dinilai Gagal Kelola RSUD-YA, Direktur Diminta Mundur

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh masyarakat yang juga ketua LSM For-PAS T. Sukandi alias Mak Ajo.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Tokoh masyarakat yang juga ketua LSM For-PAS T. Sukandi alias Mak Ajo.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN  | MA — Gelombang kritik terhadap kepemimpinan Direktur RSUD-YA Tapaktuan, dr. Erizaldi SpOG, kian menguat. Sejumlah kalangan di Aceh Selatan menilai yang bersangkutan tidak mampu menjalankan manajemen dan operasional rumah sakit rujukan utama di wilayah Barat-Selatan tersebut.

Desakan agar direktur mundur dari jabatannya pun mencuat. Ketua LSM For-PAS Aceh Selatan, T. Sukandi, menegaskan bahwa langkah mundur merupakan bentuk tanggung jawab moral atas berbagai persoalan yang terjadi.

BACA JUGA...  Anak anak juga Ikut Membantu dalam Program TMMD

“Sejak menjabat sebagai Plt untuk kedua kalinya, justru muncul sejumlah persoalan serius, termasuk sempat turunnya status rumah sakit dari kelas B. Ini menunjukkan lemahnya manajemen,” ujar Sukandi, Jumat (24/4/2026).

Ia mengingatkan, penurunan kelas rumah sakit tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, meskipun kemudian statusnya kembali naik ke kelas B.

BACA JUGA...  Pj Bupati Aceh Utara Hadiri Pelantikan Wakil Ketua II DPRK, Ini Pesannya 

Namun, persoalan baru kembali mencuat. RSUD-YA disebut tidak dapat melakukan klaim pembayaran ke BPJS selama 45 hari akibat persoalan perizinan operasional. Nilai klaim yang tertunda disebut mencapai Rp15 miliar, sementara pihak direktur mengakui sekitar Rp8 miliar.

“Yang terpenting bukan besarannya, tetapi pengakuan adanya kerugian akibat tidak bisa mengklaim dana BPJS karena beroperasi tanpa izin selama 45 hari. Ini persoalan serius,” tegas Sukandi.

BACA JUGA...  RSUD-YA Belum Mampu Urai 1.000 Antrian Pasien, Kurangi Porsi Obat Hingga 75 Persen

Berita Terkait

Buaya Muncul, Warga Resah
Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 
Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:43 WIB

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 September 2026 - 16:10 WIB

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 September 2026 - 14:34 WIB

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 September 2026 - 12:05 WIB

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB