Viral di Takengon! Tujuh Semeja Tawarkan Sensasi Ngopi dengan View Danau Laut Tawar

Jumat, 15 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH (MA) — Takengon tak pernah kehabisan cara memikat wisatawan. Selain dikenal sebagai tanah kelahiran Kopi Gayo yang mendunia, kawasan dataran tinggi ini juga terus menghadirkan destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda. Salah satunya adalah Tujuh Semeja, sebuah coffeeshop estetik yang berdiri di tepian Danau Laut Tawar dan kini menjadi salah satu tempat favorit wisatawan maupun penikmat kopi.

BACA JUGA...  YARA : BPKS Jangan One Man Show

Mengusung konsep yang memadukan keindahan alam dengan suasana santai khas kedai kopi modern, Tujuh Semeja menawarkan lebih dari sekadar secangkir kopi. Tempat ini menghadirkan pengalaman menikmati kopi Gayo dengan latar panorama danau yang tenang dan perbukitan hijau yang membentang di kejauhan.

Beberapa destinasi yang dapat dikunjungi dalam satu kawasan wisata Danau Laut Tawar antara lain:

  • Tujuh Semeja
  • Danau Laut Tawar
  • Jiva Takengon
  • Museum Negeri Gayo
BACA JUGA...  Rakor Penertiban dan Penyelamatan Aset Aceh

Begitu tiba di lokasi, pengunjung akan langsung disambut pemandangan Danau Laut Tawar yang membentang luas. Semilir angin pegunungan dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan menciptakan atmosfer yang menenangkan. Tak heran jika banyak wisatawan memilih menghabiskan waktu berjam-jam di tempat ini hanya untuk menikmati secangkir kopi sambil memandangi keindahan alam Gayo.

BACA JUGA...  Kadisbudpar Aceh Harap Sanggar Cut Nyak Dhien Terus Lestarikan Seni dan Budaya

Filosofi Kebersamaan dalam Secangkir Kopi

Nama Tujuh Semeja bukan sekadar terdengar unik. Di balik namanya tersimpan filosofi yang erat dengan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Gayo.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:52 WIB