Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Selasa, 14 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

2. H. Hendri Muliana

Hendri Muliana muncul sebagai representasi politikus strategis dan progresif dari Daerah Pemilihan (Dapil) X (meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Simeulue).

Latar Belakang: Saat ini ia menempati sejumlah posisi kunci di parlemen, termasuk perannya sebagai Sekretaris Fraksi Partai Aceh dan Sekretaris Komisi IV DPRA.

BACA JUGA...  Geuchik Ulee Rubek Timu Di duga Selewengkan Dana Desa,Warga Laporkan Ke Kejari Aceh Utara

Kapasitas: Fokus Hendri pada isu-isu infrastruktur menjadikannya figur bernuansa teknokratis di dalam dewan. Kemampuannya merangkul berbagai elemen masyarakat melalui pembentukan forum aspiratif menjadikannya sosok pemimpin yang cepat tanggap, responsif, dan berorientasi pada eksekusi solusi jangka panjang.

3. Nazaruddin, S.I.Kom. (Tgk Agam)

Nazaruddin atau yang akrab disapa Tgk Agam membawa kombinasi rekam jejak yang terbilang langka: dari seorang kombatan hingga sukses menjadi kepala daerah.

BACA JUGA...  Intervensi Pemilu, DPRA Dinilai Salah Gunakan Kewenangan

Latar Belakang: Mantan Panglima GAM Wilayah Pulo Aceh-Sabang ini pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Sabang (2012-2017) dan naik kelas menjadi Wali Kota Sabang (2017-2022). Secara politis, ia juga mengendalikan roda partai sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kota Sabang.

Kapasitas:Pengalaman satu dekade di kursi lembaga eksekutif membuat Tgk Agam sangat fasih dengan seluk-beluk birokrasi, tata kelola anggaran, dan realisasi program pemerintahan.

BACA JUGA...  KIP Abdya Sosialisasi Tahapan Pilkada

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB