Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Meski saat ini struktur pimpinan definitif telah terbentuk pasca-Pemilu 2024, wacana mengenai penguatan kapasitas pimpinan dan evaluasi figur kunci di tubuh dewan terus bergulir di tengah masyarakat.

Saat ini, DPRA tengah dipacu untuk merampungkan berbagai rancangan qanun krusial.

Salah satunya adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan menjadi kompas pembangunan Serambi Mekkah untuk dua dekade ke depan. Di tengah ritme kerja legislasi yang tinggi dan tuntutan pemulihan ekonomi, figur yang memiliki daya kepemimpinan kuat dinilai sangat esensial.

BACA JUGA...  Partai Golkar Pilih Haili Yoga 

Menurut Abu Salam, ketiga nama yang ia sebutkan memiliki keunggulan spesifik dan irisan pengalaman yang melengkapi kriteria kepemimpinan parlemen modern:

1. Saiful Bahri (Pon Yahya)

Pon Yahya bukanlah pendatang baru dalam dinamika pimpinan legislatif. Politikus Partai Aceh kelahiran 1977 ini merupakan petahana yang memiliki pengalaman langsung memegang palu sidang sebagai Ketua DPRA periode 2022–2023.

BACA JUGA...  Ladang Minyak Ditemukan, Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Latar Belakang: Mantan Komandan Operasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Teungku Chiek di Cot Plieng ini mengakar kuat di tengah masyarakat.

Kapasitas:Pon Yahya dikenal piawai dalam memediasi letupan konflik kepentingan di parlemen. Ia juga memiliki rekam jejak sukses di sektor bisnis perkebunan, sehingga memahami betul keluhan riil masyarakat petani dan kebutuhan regulasi untuk mengentaskan kemiskinan di pesisir maupun pedalaman Aceh.