Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Selasa, 14 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meski saat ini struktur pimpinan definitif telah terbentuk pasca-Pemilu 2024, wacana mengenai penguatan kapasitas pimpinan dan evaluasi figur kunci di tubuh dewan terus bergulir di tengah masyarakat.

Saat ini, DPRA tengah dipacu untuk merampungkan berbagai rancangan qanun krusial.

Salah satunya adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan menjadi kompas pembangunan Serambi Mekkah untuk dua dekade ke depan. Di tengah ritme kerja legislasi yang tinggi dan tuntutan pemulihan ekonomi, figur yang memiliki daya kepemimpinan kuat dinilai sangat esensial.

BACA JUGA...  Manajer BOS Disdik Atim Warning Kepsek dan Bendahara Sekolah.

Menurut Abu Salam, ketiga nama yang ia sebutkan memiliki keunggulan spesifik dan irisan pengalaman yang melengkapi kriteria kepemimpinan parlemen modern:

1. Saiful Bahri (Pon Yahya)

Pon Yahya bukanlah pendatang baru dalam dinamika pimpinan legislatif. Politikus Partai Aceh kelahiran 1977 ini merupakan petahana yang memiliki pengalaman langsung memegang palu sidang sebagai Ketua DPRA periode 2022–2023.

BACA JUGA...  Tim Pansel JPT Terlibat Parpol, Pengamat: Tak Masalah Lagi

Latar Belakang: Mantan Komandan Operasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Teungku Chiek di Cot Plieng ini mengakar kuat di tengah masyarakat.

Kapasitas:Pon Yahya dikenal piawai dalam memediasi letupan konflik kepentingan di parlemen. Ia juga memiliki rekam jejak sukses di sektor bisnis perkebunan, sehingga memahami betul keluhan riil masyarakat petani dan kebutuhan regulasi untuk mengentaskan kemiskinan di pesisir maupun pedalaman Aceh.

BACA JUGA...  KIP Simeulue Sosialisasi Pemilih Perempuan

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB