Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Ketajaman manajerial ini dinilai krusial jika ia memimpin lembaga legislatif, guna menciptakan keseimbangan pengawasan (check and balances) yang konstruktif dengan Pemerintah Aceh.

Mengakhiri pandangannya, Abu Salam menegaskan bahwa sinergi harmonis antara legislatif dan eksekutif adalah jaminan mutlak bagi masuknya investasi domestik maupun asing.

“Siapapun yang menjadi representasi kepemimpinan di DPRA, ia harus bisa menjadi garansi stabilitas politik. Pon Yahya dengan pengalaman kelembagaannya, Hendri dengan visi pemerataan infrastrukturnya, dan Tgk Agam dengan kepiawaian birokrasinya, adalah wujud nyata dari kriteria tersebut,” pungkas Abu Salam. Ril

BACA JUGA...  Kampung Blang Kandis Bentuk Kelembagaan Pengurus Baitul Mal