Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Selasa, 14 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MA) – Konstelasi dan dinamika politik di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024-2029 terus menjadi sorotan publik.

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe sekaligus Penasihat Gubernur Aceh bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi alias Abu Salam, turut memberikan pandangannya terkait figur-figur sentral yang dinilai layak menakhodai parlemen Aceh.

BACA JUGA...  Kerja Sama Baik Pemko TNI-Polri Dalam Bangun Sabang Melalui Giat Olahraga dan Duduk Se-Meja

Abu Salam menilai tantangan Aceh ke depan—terutama dalam mengamankan iklim investasi dan memperkuat diplomasi ekonomi internasional—membutuhkan sosok pimpinan dewan yang komprehensif.

Berdasarkan amatannya, terdapat tiga nama anggota dewan yang dinilai sangat memenuhi kriteria ideal sebagai Ketua DPRA. Ketiga kandidat tersebut adalah Saiful Bahri (Pon Yahya), H. Hendri Muliana, serta Nazaruddin (Tgk Agam).

BACA JUGA...  Membangun Aceh yang Islami dan Modern melalui Program "Syiah Kuala Islamic Center"

“Ketiga tokoh ini memiliki rekam jejak yang solid, baik di akar rumput, legislatif, maupun eksekutif. Kematangan politik mereka adalah aset penting untuk menyelaraskan arah pembangunan dan iklim tata ruang Aceh ke depan,” ujar Abu Salam di Banda Aceh.

Sebagai informasi, keanggotaan DPRA periode 2024-2029 saat ini diisi oleh 81 anggota dari 13 partai politik nasional dan lokal, dengan dominasi kursi terbesar masih dipegang oleh Partai Aceh.

BACA JUGA...  Gen Z dan Milenial Kepung Langsa Lama, Demi Masa Depan

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB