“Matipun saya siap untuk melawan. Apa urusan orang di luar Nagan ikut campur urusan investasi?”
[Tuanku Raja Keumangan (TRK). Bupati Nagan Raya].
- Ketika Investasi Rp200 Triliun Berhadapan dengan Memori Sejarah dan Kekhawatiran Ekologis
DI KAKI Pegunungan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, perdebatan mengenai masa depan wilayah itu kembali mengemuka.
Di satu sisi, pemerintah daerah melihat peluang investasi besar yang diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, sebagian masyarakat sipil, aktivis lingkungan, dan kelompok mahasiswa menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi dampak ekologis serta ancaman terhadap ruang hidup masyarakat.
Perbedaan pandangan tersebut mencapai titik panas setelah pernyataan Bupati Nagan Raya, Tuanku Raja Keumangan (TRK), dalam sebuah pertemuan bersama sejumlah wartawan pada Selasa, 2 Juni 2026, memicu reaksi luas di ruang publik.
Antara Investasi dan Gelombang Penolakan
GELOMBANG penolakan terhadap rencana investasi tambang emas di kawasan Beutong Ateuh Banggalang terus berkembang.
Sejumlah elemen masyarakat menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan apabila tidak dikelola secara hati-hati dan transparan.




