Di tengah situasi tersebut, Bupati Nagan Raya, Tuanku Raja Keumangan, menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan di Pendopo Bupati Nagan Raya.
Potongan video pertemuan yang kemudian dipublikasikan oleh media daring dan beredar luas di media sosial memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Dalam video tersebut, TRK menyampaikan pandangannya terkait investasi yang direncanakan masuk ke wilayah Beutong.
Salah satu pernyataan yang menjadi sorotan publik adalah ketika ia mengatakan:
“Aku tidak menggadai Beutong Ateuh, tapi aku menjualnya dari orang kalian. Aku raja di sini.”
Pernyataan tersebut memunculkan berbagai interpretasi. Sebagian pihak menilai kalimat itu merupakan ungkapan emosional yang tidak tepat disampaikan oleh seorang pejabat publik.
Namun, pendukung pemerintah daerah berpendapat bahwa pernyataan tersebut harus dipahami dalam konteks keseluruhan pembicaraan mengenai upaya mendorong investasi dan pembangunan daerah.
Kontroversi Narasi Perlawanan Tambang
DALAM kesempatan yang sama, TRK juga menyinggung sejarah penolakan terhadap proyek tambang yang pernah terjadi di Nagan Raya.
Menurutnya, pencabutan izin perusahaan tambang sebelumnya tidak semata-mata disebabkan oleh aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat, melainkan juga melalui jalur hukum yang ditempuh organisasi lingkungan hidup.




