DPP AMAN Ajak Mahasiswa Mendukung Kebijakan Tranformasi dan Hilirisasi di Papua

Minggu, 31 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | MA —  Agenda hilirisasi dan pembangunan di Papua tidak seharusnya dipertentangkan dengan upaya menjaga identitas serta hak-hak masyarakat adat. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana pembangunan mampu berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk Transformasi Papua di Tengah Agenda Hilirisasi dan Pembangunan Nasional yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Nasional (DPP AMAN) dalam rangka Halalbihalal di Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2026).

BACA JUGA...  Persediaan Meugang di Aceh Utara 3.570 Ekor, Untuk Qurban 3.899 Ekor

Dalam kata Sambutan DPP AMAN, yang diwakili oleh Andre Selaku Sekretaris Jenderal DPP AMAN menyampaikan bahwa ini merupakan agenda silaturahmi halalbihalal DPP AMAN sekaligus diskusi publik tentang permasalahan Papua, Andre berharap mahasiswa dan mahasiswi harus bisa objektif dalam melihat persoalan disana, terutama setelah viral film pesta babi, mahasiswa jangan hanya melihat dari satu sudut pandang.

BACA JUGA...  Aceh Masih Tetap Provinsi Termiskin se Sumatera

“Melihat permasalahan di Papua harus dinilai dari berbagai perspektif, jangan sampai mahasiswa tergiring opininya mengikuti agenda tertentu kelompok-kelompok tertentu, kita melihat bagaimana konsentrasi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap Papua, baik dari segi ekonomi, infrastruktur, Hilirisasi dan pemberdayaan lainnya, pembangunan di Papua harus dilakukan berbeda seperti daerah lain, karena Papua masih daerah konflik, para investor pasti ketika berinvestasi menginginkan keamanan mereka terjaga, seperti banyak kasus di Papua para pekerja proyek dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) maka oleh karena itu keterlibatan TNI juga sebagai representatif Negara untuk mengawal agar proses pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” ujar Andre.

BACA JUGA...  Demontrasi  Mahasiswa, Minta  Sejumlah Hotel Diberi Sanksi 

Berita Terkait

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan
Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara
Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh
Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian
Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase
Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh
Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:03 WIB

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 10:34 WIB

Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Jumat, 4 September 2026 - 17:46 WIB

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 September 2026 - 17:09 WIB

Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB