Peneliti Indonesian Public Institute, Abdan Sakura, mengatakan perdebatan mengenai Papua kerap terjebak pada dua kutub yang saling berhadapan, yakni antara mempertahankan identitas dan mendorong pembangunan. Padahal, menurutnya, keduanya tidak harus diposisikan sebagai pilihan yang saling meniadakan
“Menjaga identitas, budaya, dan hak-hak masyarakat adat sangat penting. Tetapi kita juga harus jujur bahwa identitas saja tidak cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Anak-anak membutuhkan pendidikan yang baik, keluarga membutuhkan layanan kesehatan, generasi muda membutuhkan pekerjaan, dan masyarakat membutuhkan akses ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.
Abdan menilai masyarakat Papua memiliki hak yang sama untuk memperoleh kemajuan sebagaimana masyarakat di daerah lain. Karena itu, pembangunan tidak boleh dipahami sebagai ancaman terhadap identitas, tetapi juga tidak boleh dijalankan dengan mengorbankan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Menurut dia, Papua membutuhkan fondasi yang kuat untuk menjaga jati dirinya sekaligus arah pembangunan yang jelas untuk menjawab tantangan masa depan.
“Papua membutuhkan akar yang kuat untuk menjaga jati dirinya, tetapi Papua juga membutuhkan arah yang jelas untuk membangun masa depannya. Keduanya tidak boleh dipertentangkan,” katanya.




