DPP AMAN Ajak Mahasiswa Mendukung Kebijakan Tranformasi dan Hilirisasi di Papua

Dalam kesempatan itu, Abdan juga menyoroti kebijakan hilirisasi yang saat ini menjadi salah satu agenda strategis nasional. Ia menilai hilirisasi tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mencerminkan cara pandang dalam mengelola potensi yang dimiliki suatu daerah.

“Hilirisasi bukan hanya soal mengolah sumber daya menjadi produk bernilai lebih tinggi. Ini juga soal bagaimana kita memproyeksikan masa depan dan memastikan kekayaan yang dimiliki mampu menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA...  Paslon Bupati HAMAS Isi Shalat Jum'at di Masjid Babussalihin 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hilirisasi tidak boleh dilepaskan dari berbagai tantangan yang menyertainya, mulai dari isu lingkungan, tanah adat, hingga distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Karena itu, menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan di Papua tidak cukup dilihat dari besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi semata, melainkan sejauh mana masyarakat Papua menjadi bagian dari proses dan menikmati manfaat pembangunan tersebut.

BACA JUGA...  Laporan Pengawasan Pengendalian Inflasi, Aceh Utara Teratas 

Sementara itu, Pendiri Institut Kajian Strategis Nasional, Edy Subroto, menyoroti posisi strategis Papua dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pangan. Menurutnya, dunia saat ini tengah menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta meningkatnya kebutuhan pangan global.