DPP AMAN Ajak Mahasiswa Mendukung Kebijakan Tranformasi dan Hilirisasi di Papua

Minggu, 31 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam situasi tersebut, Indonesia perlu mulai melihat Papua bukan hanya sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan.

“Kita sedang memasuki era ketika isu pangan menjadi isu strategis global. Banyak negara mulai menghadapi tekanan terhadap produksi pangan akibat perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi dunia. Karena itu, Indonesia harus mampu mempersiapkan sumber-sumber pertumbuhan dan produksi pangan baru secara berkelanjutan,” kata Edy.

BACA JUGA...  Dinilai Janggal, Acara Pelantikan Pengurus FPMPA Ricuh

Menurutnya, Papua memiliki sumber daya lahan, keanekaragaman hayati, serta potensi komoditas lokal yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun pengembangan tersebut harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan aspek ekologis dan kepentingan masyarakat adat.

“Pembangunan di Papua harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan karakter wilayahnya sendiri. Jangan hanya melihat tanah sebagai ruang produksi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang memiliki nilai sosial dan budaya. Di situlah pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” ujarnya.

BACA JUGA...  Mahasiswa Minta Ketegasan Pemerintah Aceh Soal Rohingya

Edy menambahkan bahwa agenda pembangunan Papua ke depan perlu diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan sektor produktif berbasis potensi lokal, serta peningkatan konektivitas agar masyarakat dapat terhubung dengan pusat-pusat ekonomi nasional.

Berita Terkait

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan
Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara
Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh
Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian
Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase
Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh
Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:03 WIB

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 10:34 WIB

Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Jumat, 4 September 2026 - 17:46 WIB

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 September 2026 - 17:09 WIB

Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB