Suara dari Gedung DPRK; Maulizar Zikri Desak Pertamina Bertanggung Jawab atas Jalan Rakyat

Rabu, 12 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suara dari Gedung DPRK; Maulizar Zikri Desak Pertamina Bertanggung Jawab atas Jalan Rakyat.

Suara dari Gedung DPRK; Maulizar Zikri Desak Pertamina Bertanggung Jawab atas Jalan Rakyat.

Dalam konteks Aceh, CSR memiliki dasar hukum yang jelas. Qanun Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan adalah turunan langsung dari Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Qanun ini bukan hanya simbol, tapi perangkat hukum yang hidup; Ia mengatur bagaimana perusahaan wajib berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasinya.

Ditekankan, bahwa; di dalam qanun itu terdapat pasal-pasal yang menegaskan pembagian peran dan mekanisme pelaporan CSR.

BACA JUGA...  Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Pemerintah daerah bertindak sebagai koordinator, DPRK menjalankan fungsi pengawasan, dan perusahaan wajib menyusun serta melaporkan program tanggung jawab sosialnya secara periodik.

“Jadi kalau ada perusahaan besar seperti Pertamina EP Rantau menjalankan program di Aceh Tamiang, maka mereka harus tunduk pada aturan daerah ini. Semua kegiatan CSR atau PPM harus merujuk pada Qanun Nomor 7 Tahun 2014, bukan sekadar pada pedoman internal atau kebijakan pusat,” ujar Saiful.

Ditambahkan, kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam UUPA memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menegaskan model CSR yang lebih partisipatif, transparan, dan berpihak kepada masyarakat lokal.

BACA JUGA...  Huntap Tanjung Seumantoh, Dari Luka Banjir Menuju Kepastian Hunian

“Di qanun itu dijelaskan pula bahwa pelaksanaan CSR tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Harus terencana, terukur, dan sinkron dengan prioritas pembangunan daerah. Di situlah fungsi koordinasi dan pengawasan pemerintah daerah serta DPRK menjadi penting.”

Saiful kemudian menutup wejangan dengan nada reflektif, seolah mengingatkan seluruh pihak agar tidak lagi memperlakukan CSR sebagai formalitas.

BACA JUGA...  Rakyat Miskin Ekstrem Wilayah Pesisir Indonesia dan Asia Tenggara: Butuh Perbaikan Regulasi Skala Nasional

“CSR bukan belas kasihan, tapi kewajiban hukum yang lahir dari semangat keadilan sosial. Kalau kita menegakkan qanun ini secara konsisten, maka setiap program yang dijalankan perusahaan akan menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan, bukan sekadar pencitraan. Dan itu, bagi saya, adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sejati.”

CSR Atau PPM Bukan Sekadar Laporan.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB