REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP

Kamis, 26 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[Foto Ilustrasi Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

[Foto Ilustrasi Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

Namun, menurut Dr. Usman Lamreung, M.Si., Direktur Emirates Development Research (EDR) dan akademisi Unida, masalah utama di Aceh Tamiang bukan terletak pada anggaran, melainkan pada hilangnya sense of urgency.

Menurut Usman, paradoks ini berbahaya. Di satu sisi, regulasi dirancang untuk respons cepat. Di sisi lain, birokrasi di daerah terlihat terjebak dalam prosedur administratif yang berlarut-larut.

BACA JUGA...  Aceh Besar Diantara PA, PAN dan Golkar ‘who is the strongest politically’

Kondisi ini semakin ironis karena Aceh bukan wilayah baru dalam peta kebencanaan nasional. Pengalaman panjang menghadapi bencana seharusnya menjadi modal mempercepat koordinasi, bukan alasan memperpanjang proses.

SKEMA YANG MENGUNDANG TANDA TANYA

BELAKANGAN muncul kabar bahwa bantuan kemungkinan tidak sepenuhnya diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan melalui sistem belanja material.

Skema ini menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat. Bagi warga, bantuan bukan sekadar administrasi proyek. Itu adalah soal bertahan hidup. Ketika mekanisme berubah tanpa penjelasan terbuka, kecurigaan pun muncul.

BACA JUGA...  Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh

Skema distribusi berbasis material berpotensi memperpanjang rantai distribusi, membatasi fleksibilitas korban, serta membuka celah praktik yang tidak sehat jika tidak diawasi ketat. Transparansi menjadi kunci agar bantuan tidak berubah menjadi polemik baru.

Berita Terkait

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN
Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik
Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa
Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah
Menata Aceh Barat; Jalan Reformasi di Tangan Pemimpin Muda
Hikayat Dr. Usman Lamreung, M.Si; Esensi Negeri Empat Penjuru Pintu Angin dan Krisis Arah Peradaban
Konser Musik dan Wajah Ambiguitas Syariat di Aceh
Minyak di Bawah Tanah, Air Mata di Permukaan

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:07 WIB

MENGEJAR HUNTARA SEBELUM LEBARAN

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:11 WIB

REGULASI TEGAS, EKSEKUSI TERGAGAP

Jumat, 14 November 2025 - 21:27 WIB

Jangan Sentuh Luka Aceh dengan Lidah Politik

Kamis, 13 November 2025 - 00:45 WIB

Sejarah Selalu Ditulis oleh yang Berkuasa

Jumat, 7 November 2025 - 17:54 WIB

Ketika Tambang Tak Lagi Membawa Berkah

Berita Terbaru

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

PEMERINTAHAN

Illiza Sa’aduddin Djamal Raih PRIWOLA 2026

Rabu, 9 Sep 2026 - 13:48 WIB

OLAHRAGA

Tak Boleh Ada Pemain Profesional di Liga Santri 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:08 WIB