Aceh Besar Diantara PA, PAN dan Golkar ‘who is the strongest politically’
Catatan | Usman Lamreung
PEMERINTAH Kabupaten Aceh Besar dibawah kepemimpinan Bupati Mawardi Ali dan Wakil Bupati Waled Husaini berakhir pada pertengahan tahun 2022, secara otomatis dengan berakhirnya pemerintahannya, Pemerintah Aceh atas persetujuan pemerintah pusat menunjuk seorang Pejabat Bupati (Pj) untuk melanjukan program-program yang sudah dijalankan pada pemerintah sebelumnya sampai tahun 2024.
Pada tahun 2024 akan dilaksanakan pilkada, Aceh Besar belum ada politisi secara jelas dan terang menyatakan untuk maju sebagai calon Bupati/wakil Bupati, namun kabarnya dari berbagai kalangan elit, media dan politisi ada beberapa elit politik Aceh Besar yang berkeinginan mencalonkan diri, biarpun saat ini masih malu-malu, seperti dari Partai Demokrat, Partai Golkar dan Partai Aceh. Siapa yang lebih kuat secara politis? [who is the strongest politically].
Ketiga Partai tersebut tentu yang menarik kita telisik adalah Partai Aceh, karena pada periode sebelumnya tahun 2012 – 2017 kader terbaik partai lokal tersebut sebagai penguasa di Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Namun pada pilkada tahun 2017 kader Partai Aceh Saifuddin kalah dengan Mawardi Ali berasal dari Partai PAN beserta koalisinya.














