Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pementasan diawali dengan salam dan gerakan mengangkat tangan secara serentak kepada penonton yang dikenal sebagai salem aneuk syahi, kemudian dilanjutkan dengan salem akan.

Berikutnya masuk ke bagian cakrum.

Setelah itu, suasana pertunjukan menjadi semakin dinamis. Para pemain menampilkan gerakan yang lebih kuat dan heroik secara serempak mengikuti irama rapai. Bagian ini dikenal sebagai tingkah, yang menjadi salah satu bagian untuk melihat kekompakan antara gerakan pemain dan ritme tabuhan.

BACA JUGA...  Angkat Wisata Bawah Laut, Sabang Diving Festival 2019 Kembali Dibuka

Pertunjukan kemudian berlanjut ke bagian kisah.

Di sinilah syahi memainkan peran yang semakin menonjol. Syair yang disampaikan dapat menyesuaikan dengan konteks maupun acara tempat Rapai Geurimpheng dipentaskan.

Sebagai penutup, pertunjukan memasuki bagian yang dikenal sebagai gambus.

Rangkaian tersebut membuat Rapai Geurimpheng memiliki struktur pertunjukan yang tidak hanya mengandalkan kemampuan menabuh rapai, tetapi juga membutuhkan kekompakan, penguasaan gerak dan kemampuan bertutur.

BACA JUGA...  Acara Zikir Akbar di Sabang Ternoda Musik Hiburan Malam

Ketika Syair Menjadi Suara Pesan

Bagi masyarakat Aceh, syair memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan budaya.

Ia tidak hanya digunakan untuk memperindah sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi cara untuk menyampaikan cerita, nasihat, nilai agama hingga pesan sosial.

Berita Terkait

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari
Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman
Di Balik Gerak Tari Bines, Tersimpan Syair dan Nasihat dari Tanah Gayo
Tari Dampeng Singkil, Ketika Gerak dan Musik Mengiringi Langkah Pengantin
Di Balik Tiang dan Ukiran, Ada Jejak Peradaban Rumoh Aceh
Rabbani Wahed: Energi Gerak, Lantunan Dzikir dan Warisan Budaya Aceh

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB