Puncak Grapella: Wisata Alam dan Nuansa Mistis di Aceh Selatan yang Memukau Hati

Jumat, 15 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di Puncak Grapella, pengunjung akan disuguhi pemandangan spektakuler yang memadukan elemen hijau dari perkebunan serai wangi dan birunya lautan lepas di kejauhan. Udara sejuk menyapa setiap langkah menuju puncak, membuat perjalanan menjadi semakin menyenangkan. Saat berdiri di atas puncak, suasana damai dan udara yang segar seolah membius pengunjung, membuat mereka betah berlama-lama di sini. Kombinasi alam ini menjadikan Puncak Grapella tempat yang ideal untuk melepas penat dari rutinitas, menyegarkan pikiran, dan menikmati keindahan yang jarang ditemukan di tempat lain.

BACA JUGA...  Kami Tak Pernah Lelah Mengabdi : Ribuan Tenaga Non-ASN Mengadu ke Bupati Ayah Wa 

Seorang pengunjung bernama Ferdi Ardiansyah, berasal dari daerah Blang Pidie mengunjungi tempat ini untuk melepas penat dari pekerjaan dihari liburnya. Sambil menikmati perjalanan menuju puncak bukit, dia menyampaikan kekagumannya yang begitu menawan dan mempesona dirinya.

“Saya begitu takjub melihat pemandangan yang indah disini. Seketika rasa lelah dibadan langsung hilang. Panoramanya membuat hati sejuk. Semoga saja saya bisa sering kemari lagi.” Ungkap Ferdi, Minggu (13/10/2024)

BACA JUGA...  Festival Ujung Barat Dongkrak Potensi Wisata Desa Jaboi di Sabang

Tidak hanya menawarkan panorama yang memukau, Puncak Grapella juga menjadi tempat favorit bagi para penggemar fotografi alam. Warna hijau pepohonan berpadu dengan biru laut dan langit, menciptakan pemandangan yang indah di setiap sudut. Setiap momen di sini terasa istimewa, mulai dari kabut pagi yang membelai puncak bukit hingga cahaya senja yang melintasi cakrawala, memberikan kesempatan berfoto yang luar biasa.

BACA JUGA...  Wali Kota Banda Aceh Sambut Hangat Ide Smoke-Free City

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:29 WIB

Pengurus dan anggota PWI Simeulue berdiskusi dengan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada acara perpisahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (Foto: Ricky PWI Simeulue)

RAGAM BERITA

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:20 WIB

RAGAM BERITA

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:11 WIB

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB