Puncak Grapella: Wisata Alam dan Nuansa Mistis di Aceh Selatan yang Memukau Hati

Jumat, 15 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi warisan budaya yang dijaga dengan baik. Kenduri ini juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya yang otentik. Bagi pengunjung yang hadir saat ritual ini berlangsung, kesempatan untuk melihat langsung “Kenduri Puncak” adalah momen istimewa yang memperlihatkan sisi lain dari masyarakat Aceh Selatan yang sangat menghargai tradisi dan alam.

BACA JUGA...  Grup Rapai Meunasah Cut Peudada Hipnotis Ribuan Masyarakat Bireuen

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Puncak Grapella, perjalanan menuju ke sini tergolong mudah dijangkau. Lokasinya terletak di Desa Panton Luas, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, yang dapat diakses baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski sebagian jalannya masih berbatu, perjalanan ini justru menambah sensasi petualangan tersendiri.

Biaya tiket masuk pun sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang. Fasilitas yang tersedia cukup memadai, mulai dari area parkir, warung makan yang menjual aneka hidangan, mushola, hingga toilet. Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, Puncak Grapella semakin nyaman untuk dikunjungi, baik untuk wisata singkat maupun perjalanan wisata yang lebih mendalam.

BACA JUGA...  Kadisbudpar Aceh Ajak Komunitas Offroad Kembangkan Potensi Pariwisata Petualangan

Mengunjungi Puncak Grapella bukan sekadar perjalanan wisata alam biasa. Tempat ini menyuguhkan perpaduan sempurna antara pesona alam dan nuansa mistis yang jarang ditemui di destinasi wisata lain. Sejarah transformasi lahan yang gundul menjadi permadani hijau memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat berperan aktif menjaga dan melestarikan lingkungan. Kepercayaan mereka terhadap cerita mistis dan ritual kenduri menunjukkan betapa masyarakat Aceh Selatan memiliki hubungan yang erat dengan alam dan kekuatan supranatural yang diyakini melindungi mereka.

BACA JUGA...  Rakor Penertiban dan Penyelamatan Aset Aceh

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:29 WIB

Pengurus dan anggota PWI Simeulue berdiskusi dengan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada acara perpisahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (Foto: Ricky PWI Simeulue)

RAGAM BERITA

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:20 WIB

RAGAM BERITA

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:11 WIB

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB