Tradisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi warisan budaya yang dijaga dengan baik. Kenduri ini juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya yang otentik. Bagi pengunjung yang hadir saat ritual ini berlangsung, kesempatan untuk melihat langsung “Kenduri Puncak” adalah momen istimewa yang memperlihatkan sisi lain dari masyarakat Aceh Selatan yang sangat menghargai tradisi dan alam.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Puncak Grapella, perjalanan menuju ke sini tergolong mudah dijangkau. Lokasinya terletak di Desa Panton Luas, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, yang dapat diakses baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski sebagian jalannya masih berbatu, perjalanan ini justru menambah sensasi petualangan tersendiri.
Biaya tiket masuk pun sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang. Fasilitas yang tersedia cukup memadai, mulai dari area parkir, warung makan yang menjual aneka hidangan, mushola, hingga toilet. Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, Puncak Grapella semakin nyaman untuk dikunjungi, baik untuk wisata singkat maupun perjalanan wisata yang lebih mendalam.
Mengunjungi Puncak Grapella bukan sekadar perjalanan wisata alam biasa. Tempat ini menyuguhkan perpaduan sempurna antara pesona alam dan nuansa mistis yang jarang ditemui di destinasi wisata lain. Sejarah transformasi lahan yang gundul menjadi permadani hijau memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat berperan aktif menjaga dan melestarikan lingkungan. Kepercayaan mereka terhadap cerita mistis dan ritual kenduri menunjukkan betapa masyarakat Aceh Selatan memiliki hubungan yang erat dengan alam dan kekuatan supranatural yang diyakini melindungi mereka.















