Banda Aceh Perkuat Ekosistem Digital dan Startup

Banda
Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh Muhammad Zubir menghadiri Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur pada ajang Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta. (Foto: Ist)

JAKARTA  – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat pengembangan ekosistem digital dan kewirausahaan berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas (smart city) yang inovatif dan berdaya saing. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui keikutsertaan Pemko Banda Aceh dalam Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur pada kegiatan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Banda Aceh diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir. Forum nasional ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, industri teknologi, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga komunitas startup untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi digital Indonesia.

BACA JUGA...  DPO Pemerkosaan Anak Ditangkap di Banda Aceh

Partisipasi Banda Aceh dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mempercepat adopsi teknologi, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh Muhammad Zubir mengatakan, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat perekonomian daerah.

BACA JUGA...  PA Aceh Besar Siap Gelar Muswil, Peran Perempuan Jadi Perhatian

“Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui pembangunan ekosistem startup lokal dan pengembangan kewirausahaan digital. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan industri,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

Menurut Zubir, penguatan ekonomi digital menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing daerah di era perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemko Banda Aceh terus meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan keterampilan digital, literasi teknologi, pendampingan usaha, hingga program inkubasi bisnis bagi pelaku UMKM dan generasi muda. Selain itu, pemerintah kota juga memperkuat infrastruktur pendukung transformasi digital melalui penyediaan ruang kreatif, perluasan akses internet, dan peningkatan konektivitas hingga ke tingkat gampong.

BACA JUGA...  Disdik Aceh Bersama PPPPTK TK dan PLB  Adakan Workshop Untuk Ortu

“Penguatan ekosistem digital akan mendorong lahirnya inovasi lokal, membuka lapangan kerja baru, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Zubir.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor industri, Banda Aceh optimistis mampu menjadi salah satu daerah terdepan dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia. (Adv)