Digitalisasi Dayah Dipercepat untuk Data Akurat

Digitalisasi
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I sedang bersama Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Foto: Ist

BANDA ACEH (MA) Digitalisasi dayah di Aceh terus dipercepat melalui pengembangan program Elektronik Data Tunggal Dayah (E-Datuda) yang dilakukan Dinas Pendidikan Dayah Aceh guna menghadirkan data pendidikan dayah yang akurat, terintegrasi, dan menjadi dasar perencanaan pembangunan pendidikan Islam yang lebih efektif di seluruh Aceh pada tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan keberhasilan pembangunan pendidikan sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penguatan sistem pendataan menjadi salah satu prioritas utama yang terus didorong oleh pemerintah.

Menurut Muhsin, E-Datuda dirancang sebagai sistem informasi terpadu yang menghimpun berbagai data penting terkait penyelenggaraan pendidikan dayah di Aceh. Data yang dikumpulkan meliputi profil kelembagaan, jumlah santri, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, hingga kebutuhan pengembangan masing-masing dayah.

BACA JUGA...  Pecel Lele & Seafood Langsa: Surganya Penikmat Kuliner Laut di Pesisir Aceh Timur

Ia menjelaskan, keberadaan data yang lengkap dan terintegrasi sangat penting dalam mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Selama ini, sejumlah program pembangunan terkadang menghadapi kendala akibat belum tersedianya data yang terhimpun secara menyeluruh dalam satu sistem.

Melalui digitalisasi dayah berbasis E-Datuda, seluruh informasi akan dihimpun dalam satu basis data yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan dayah.

“Melalui sistem ini kami ingin memastikan seluruh kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh dayah dan masyarakat,” ujar Muhsin, Rabu (17/6).

BACA JUGA...  City Forest Langsa, Oase Hijau yang Menyegarkan di Jantung Kota

Selain mendukung kualitas perencanaan pembangunan, digitalisasi dayah juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi. Berbagai proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dikelola lebih cepat, mudah, dan terukur melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Muhsin menambahkan, sistem pendataan yang baik akan memudahkan pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan setiap dayah sehingga program bantuan, pembinaan, maupun pengembangan kapasitas dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. Dengan demikian, pemerataan pembangunan pendidikan dayah di seluruh Aceh dapat terus ditingkatkan.

Digitalisasi dayah melalui E-Datuda juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel. Ketersediaan data yang akurat akan memperkuat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran pembangunan.

BACA JUGA...  Gubernur Ajak Masyarakat Manfaatkan Medsos untuk Kampanyekan Aceh

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya penting bagi sektor pemerintahan, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam pengelolaan pendidikan yang semakin berkembang. Karena itu, Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan sistem data terpadu tersebut.

Muhsin optimistis E-Datuda akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan dayah di Aceh pada masa mendatang. Dengan dukungan data yang lengkap, akurat, dan terintegrasi, berbagai program pembangunan diyakini dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Islam dan pembangunan sumber daya manusia Aceh secara keseluruhan. (ADV)