Digitalisasi Dayah Dipercepat untuk Data Akurat

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I sedang bersama Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Foto: Ist

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I sedang bersama Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Foto: Ist

BANDA ACEH (MA) Digitalisasi dayah di Aceh terus dipercepat melalui pengembangan program Elektronik Data Tunggal Dayah (E-Datuda) yang dilakukan Dinas Pendidikan Dayah Aceh guna menghadirkan data pendidikan dayah yang akurat, terintegrasi, dan menjadi dasar perencanaan pembangunan pendidikan Islam yang lebih efektif di seluruh Aceh pada tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan keberhasilan pembangunan pendidikan sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penguatan sistem pendataan menjadi salah satu prioritas utama yang terus didorong oleh pemerintah.

Menurut Muhsin, E-Datuda dirancang sebagai sistem informasi terpadu yang menghimpun berbagai data penting terkait penyelenggaraan pendidikan dayah di Aceh. Data yang dikumpulkan meliputi profil kelembagaan, jumlah santri, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, hingga kebutuhan pengembangan masing-masing dayah.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Besar: Nasir Djamil Justru Mirip Ahok

Ia menjelaskan, keberadaan data yang lengkap dan terintegrasi sangat penting dalam mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Selama ini, sejumlah program pembangunan terkadang menghadapi kendala akibat belum tersedianya data yang terhimpun secara menyeluruh dalam satu sistem.

Melalui digitalisasi dayah berbasis E-Datuda, seluruh informasi akan dihimpun dalam satu basis data yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan dayah.

“Melalui sistem ini kami ingin memastikan seluruh kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh dayah dan masyarakat,” ujar Muhsin, Rabu (17/6).

BACA JUGA...  Galang Sirul Mubtadin, MAAR Group Gelar Zikir Akbar di Pijay

Selain mendukung kualitas perencanaan pembangunan, digitalisasi dayah juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi. Berbagai proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dikelola lebih cepat, mudah, dan terukur melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Muhsin menambahkan, sistem pendataan yang baik akan memudahkan pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan setiap dayah sehingga program bantuan, pembinaan, maupun pengembangan kapasitas dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. Dengan demikian, pemerataan pembangunan pendidikan dayah di seluruh Aceh dapat terus ditingkatkan.

Digitalisasi dayah melalui E-Datuda juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel. Ketersediaan data yang akurat akan memperkuat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran pembangunan.

BACA JUGA...  Maulid Akbar dan Muzakarah Ulama–Umara 2025: Momentum Memperkuat Ukhuwah dan Syariat Menuju Aceh Utara Bangkit

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya penting bagi sektor pemerintahan, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam pengelolaan pendidikan yang semakin berkembang. Karena itu, Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan sistem data terpadu tersebut.

Muhsin optimistis E-Datuda akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan dayah di Aceh pada masa mendatang. Dengan dukungan data yang lengkap, akurat, dan terintegrasi, berbagai program pembangunan diyakini dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Islam dan pembangunan sumber daya manusia Aceh secara keseluruhan. (ADV)

Berita Terkait

Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh
Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket
Banda Aceh Dinobatkan sebagai Kota Peduli Sastra
Penguatan Kepemimpinan Baru, Bank Aceh Syariah Siap Percepat Transformasi dan Dukung Ekonomi Aceh
DASHAT Jadi Andalan Tekan Angka Stunting
Banda Aceh Perkuat Ekosistem Digital dan Startup
Dayah Dukung Syariat Islam di Aceh
Penguatan Kelembagaan Dayah Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:31 WIB

Banda Aceh Dinobatkan sebagai Kota Peduli Sastra

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:22 WIB

Penguatan Kepemimpinan Baru, Bank Aceh Syariah Siap Percepat Transformasi dan Dukung Ekonomi Aceh

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:13 WIB

DASHAT Jadi Andalan Tekan Angka Stunting

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB