Pulau Itu Bukan Sekadar Administrasi: Luka Aceh Tak Pernah Pudar

Kamis, 12 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sulaiman Manaf 

Empat pulau di Aceh Singkil diantaranya pulau Banyak, Lipan, Mangkir Besar, dan Mangkir Kecil yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Tanah Rencong tercatat dalam peta kolonial Hermann von Rosenberg tahun 1853.

Namun tiba-tiba, Mendagri Tito Karnavian menetapkannya masuk Sumatera Utara. Ini bukan soal batas administratif. Ini penghinaan terhadap identitas, sejarah, dan kehormatan rakyat Aceh.

BACA JUGA...  Aceh Jangan Berunding, Maling Akan Tetap  Balas dengan  "Air Kencing"

Aceh bukan provinsi biasa. Kami pernah menyumbang emas dan doa untuk Republik, tapi kami dibalas dengan darah dan penderitaan. Kini, dengan manuver ini, ada pesan langsung dari pusat: Aceh tidak aman, Aceh selalu bisa dibuat gaduh, bahkan di era pemerintahan Prabowo, yang justru didukung kuat oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Mudah dicek: Aceh adalah salah satu basis dukungan kuat Prabowo, dan Muzakir adalah sekutunya. Namun, keputusan ini justru menciptakan retakan yang tajam, seolah menuding bahwa Prabowo gagal menjaga Aceh, dipastikan pasokan citra itu didampingi narasi “kondisi tidak aman”.

BACA JUGA...  Polo Sange dan Shabela Abubakar

Akankah ini hanya kebijakan bodoh? Atau agenda terencana dari elite lama—yang melalui tangan Tito, generasi intelijen yang tahu cara mencipta teladan konflik kecil menjadi alasan untuk intervensi militer?

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

TNI bersama warga Ase sedang melakukan pekerjaan pembangunan jembatan beton.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Bangun Jembatan Beton di Aceh Selatan 

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:36 WIB

KESEHATAN

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:27 WIB

Pansus DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:52 WIB

Saat Azhari warga Gampong Teuping Gajah dirujuk ke RSUD Cut Mutia.

KESEHATAN

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:29 WIB

Geuchik Gampong Buket Jrat Manyang Dahlawi yang didampingi oleh Ketua Kopdes Merah Putih Gampong dan Babinsa Koramil 014/Tja saat menerima Mobil Kopdes Merah Putih di Makodim 0103/Aut, Senin (12/10).

PEMERINTAHAN

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:21 WIB