Pulau Itu Bukan Sekadar Administrasi: Luka Aceh Tak Pernah Pudar

Kamis, 12 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Reaksi yang Wajar Tapi Terarah

Reaksi emosional adalah kemanusiaan, tapi jika disulut, bisa dipakai sebagai alasan bagi aparat masuk meredam—memicu lagi potensi kekerasan. Aceh tahu ini. Kita bukan perusuh. Kita bangsa yang pernah menyelamatkan republik ini lewat sumbangan uang, doa, dan perjuangan.

Maksud saya: Aceh harus menjawab ini dengan cerdas—bukan amarah, bukan senjata. Tapi lewat hukum, diplomasi politik, dan peta sejarah:

BACA JUGA...  Dua Tokoh Ini Siap Maju di Pilkada 2024 dan Komit Bangun Aceh 

1. Gugat secara hukum: Cabut Permendagri No. 100.1.1.1-6117/2023 melalui Mahkamah Konstitusi dan MA—karena membangkang terhadap batas historis Aceh.

2. Ungkap fakta sejarah: Gambar ulang peta von Rosenberg, sertakan publikasi akademik tentang DSP (Distrik Singkel).

3. Suara politik koalisi Aceh: Bentuk “fraksi Aceh” di DPR/MPR, dukungan Prabowo, dan penyebaran data historis di media nasional.

BACA JUGA...  Perkembangan Pesat Perbankan Syariah di Indonesia: Kualitas Pelayanan Jadi Kunci Utama

Ini bukan soal emosi, tapi legitimasi. Bila Aceh bisa menjaga marwahnya lewat jalur hukum dan politik, pesan pusat dapat dijawab dengan pikiran, bukan teriakan. Menteri atau presiden bisa membiarkan Aceh terus berbicara—bukan membungkam.

Kita Tidak Ingin Luka Terulang

Aceh pernah merdeka. Aceh pernah berdikari. Kita pernah jadi penyelamat republik. Kita pernah jadi tempat berlindung ketika ibu kota terancam.

BACA JUGA...  DPD KAI Sumut Gelar Acara Rapimda, Matjon Sinaga: Jaga Integritas dan Profesionalisme Sebagai Advokat

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

SPS Aceh Bersama Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Kamis, 27 Agu 2026 - 14:02 WIB

PEMERINTAHAN

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Kamis, 27 Agu 2026 - 02:43 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:43 WIB

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB