‘Not Buying a Party’, Tapi Partai yang Memberi Sampan Politik

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Tamiang 2024 - 2029. Armia Fahmi - Ismail saat mendaftarkan diri ke KIP setempat.

Apakah pasangan Armia Fahmi – Ismail ‘ambigu’ rasanya tidak demikian, sebab partai memberikan dukungan kepada mereka, bukan tidak dengan telaah di internal.

MUSKIL, sebab pola pikir sebagian pendapat negatif yang di mainkan dalam ‘limbah’ politik dapat diartikan black champaign. Itu yang dialami pasangan Calon Bupati (Cabup) Aceh Tamiang periode 2024 – 2029 Armia Fahmi – Ismail. Pola kampanye hitam ‘lawan kotak kosong’ terus digelindingkan untuk menjatuhkan lawan.

BACA JUGA...  Pasangan SEDE Serahkan SK Relawan di Kecamatan Bintang 

Tetapi tidak dengan pasangan Armia Fahmi – Ismail. Sebab mereka bukan membeli partai, tetapi partai lah yang memberikan dukungan all out pada pasangan itu sebagai kendaraan politik.

Apakah pasangan Armia Fahmi – Ismail ‘ambigu’ rasanya tidak demikian, sebab partai memberikan dukungan kepada mereka, bukan tidak dengan telaah di internal.

BACA JUGA...  Terima Kasih dan Penghargaan pada Seluruh Elemen Masyarakat Aceh Tamiang yang Telah Percaya pada Kami

Ditambah dengan lobi-lobi politik Bakal Calon Bupati (Bacalon) yang hendak meminang partai. Terkait ini; jika partai tidak bisa memberikan sampan [Kendaraan Politik] tentu saja tidak akan pernah terjadi.

Sebaliknya, para pimpinan partai-kan tidak mau partainya dijadikan sebagai ‘Kuda Troya’ pada orang yang haus jabatan para calon bupati, partai akan merasa malu terhadap orang seperti dimaksud untuk di dukung.